laporan kkn

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Kuliah Kerja Nyata merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perkuliahan dan keharusan bagi setiap mahasiswa yang mengikuti kuliah minimal Strata Satu (S.I) pada lembaga Perguruan Tinggi. Dalam memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan perkuliahan adalah dengan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA). Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk mensosialisasikan sekaligus sebagai aplikasi dari wawasan almamater yang tertuang dalam Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bentuk Pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tahap awal dari para mahasiswa mengenal berbagai keanekaragaman masyarakat, sehingga dalam hal ini mahasiswa yang telah terbiasa terjun kepada masyarakat yang nantinya menjadi guru ataupun anggota masyarakat menjadi guru dan masyarakat yang profesional dan bertanggung jawab.

Kukerta sebagai ajang pengabdian kepada masyarakat oleh suatu Perguruan Tinggi, melalui Kukerta diharapkan masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk melaksanakan pembangunan, lebih meningkatkan cara berfikir dan bertindak sesuai dengan tuntutan pembangunan serta mendapatkan kader-kader penerus, pelopor, penggerak dan pembimbing masyarakat dalam pembangunan pasca kegiatan Kukerta.

Disamping itu mahasiswa sendiri dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah sambil menambah pengalaman secara langsung di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa disamping sebagai “individu intelektual” juga berfungsi sebagai “social teknorat” terhadap kebangkitan dan kemajuan suatu bangsa. Sebagai social teknorat mahasiswa dituntut menjadi pelopor, penggerak dan pembimbing masyarakat dalam pembangunan.

Dalam rangka melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa membawa ide pembaharuan dan pikiran baru yang bersifat praktis, pragmatis kepada masyarakat desa khususnya, sehingga dapat merangsang, mendorong dan meningkatkan pengertian kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

  1. B.     Tujuan Pembuatan Laporan

Dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan Kukerta diharapkan memberikan manfaat pada masyarakat ditempat Kukerta dilaksanakan.

Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah :

  1. Belajar untuk mencari fenomena dari permasalahan yang ditemui ditengah masyarakat serta berusaha mencari jalan keluarnya
  2. Sebagai gambaran yang akurat dan autentik dari apa yang dikerjakan atau yang dikerjakan mahasiswa didaerah mereka Kukerta
  3. Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan kepada masyarakat tentang situasi dan kondisi.
  4. Memberikan pengertian pada masyarakat tentang peranan agama sebagai pendorong dan penggerak pembangunan.
  1. C.     Kegunaan Penulisan Laporan
    1. Sebagai bukti Otentik untuk mengetahui kegiatan mahasiswa dilapangan dalam  pelaksanaan KUKERTA.
    2. Pembuatan laporan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebagai gambaran kegiatan yang sudah dilakukan ditengah masyarakat oleh masing-masing individu mahasiswa.
    3. Dengan adanya laporan yang diberikan oleh mahasiswa maka panitia KUKERTA dapat melihat sejauh mana kegiatan telah dilakukan oleh mahasiswa dilapangan.
  1. D.    Sistematika Penulisan

Dalam penulisan lapoaran KUKERTA ini penulis akan menjelaskan pokok-pokok pikiran secara sistematika sesuai dengan penyusunan daftar. Sistematika penulis sebagai berikut :

Bab I Membahas Pendahuluan  yang mengemukakan gambaran umum dari laporan KUKERTA secara  utuh, berisikan latar belakang, tujuan penulisan laporan, kegunaan dari penulisan laporan dan sistematika penulisan.

Bab 2 Memberikan gambaran umum yang meliputi program kukerta, Kukerta sebagai pengabdian masyarakat, tujuan kukerta, serta program-program kukerta di Jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah.

Bab 3 Memberikan gambaran umum Deskripsi nagari/jorong yang meliputi letak Geografi Nagari, Sejarah Nagari, Pemerintahan, Kependudukan, Pekerjaan, Sarana dan Prasarana serta kehidupan yang beragam dari masyarakat jorong Talago Dadok khususnya dan Nagari Sungai Janiah umumnya.

Bab 4 Mengemukakan uraian tentang Realiasi Kukerta yang meliputi Pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, usaha yang dilakukan untuk mengatasi serta hasil yang dicapai.

Bab 5 Merupakan bab terakhir atau bab penutup yang berisikan kesimpulan dan saran-saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROGRAM KUKERTA

 

  1. A.     Kukerta sebagai Pengabdian Masyarakat

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat khusus, karena pada kuliah kerja Nyata         (Kukerta) merupakan realisasi Tridarma Perguruan Tinggi yakni, Pendidikan, Penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Untuk melaksanakan Tridarma Pengabdian pada masyarakat, diperlukan persiapan yang matang dan perencanaan program yang akuntabilitas, terprogram dengan baik dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa.

  1. B.     Tujuan Kukerta
    1. Mendekatkan diri kepada masyarakat dalam rangka menjalin kerjasama dalam menyesuaikan antara Pendidikan Tinggi dan masyarakat demi terlaksananya pembangunan.
    2. Membantu masyarakat dalam memberikan pencerahan agama setiap hari pada bulan Ramadhan, sehingga dapat dijadikan sebagai motifasi dalam kehidupan manusia, yang berakhlak mulia serta bertanggung jawab.
    3. Agar mahasiswa dapat belajar dari masyarakat yang akhirnya setelah menyelesaikan perkuliahan nanti terbiasa hidup bermasyarakat.
    4. Agar dapat menciptakan sarjana yang berkualitas sebagai penerus, menghayati permasalahan masyarakat secara keseluruhan serta mengetahui masalah yang berkembang dimasyarakat.
  1. C.     Program Kukerta

Program rencana kerja yang disusun oleh mahasiswa Kukerta adalah semua perencanaan yang ditetapkan oleh peserta Kukerta, seperti pengabdian terhadap masyarakat secara terpadu yang termasuk melibatkan Staf Pengajar (Dosen) diluar bangku kuliah.

Agar lebih terarahnya kegiatan pengabdian terhadap masyarakat di Jorong Bungo Tanjung perlu disusun perencanaan yang matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dilapangan. Beberapa program kerja yang telah disusun bersama rekan-rekan mahasiswa di Jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah adalah sebagai berikut:

  1. 1.      Bidang Keagamaan

Membangun mental spiritual masyarakat merupakan misi yang diemban oleh Perguruan Tinggi khususnya UISB Solok Nan Indah. Untuk itu dipandang perlu mengaitkan beberapa kegiatan keagamaan dengan tujuan dapat mengubah dan mengembalikan pola pikir serta tingkah laku masyarakat tersebut antara lain :

  1. Mengadakan pesantren kilat Sekolah Dasar dari umur 9-12 Tahun
  2. Mengadakan Ceramah Agama.
  3. Mengadakan Safari Ramadhan.
  4. Mengadakan acara berbuka bersama.
  5. Mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an.
  6. Mengadakan cerdas cermat
  7. Pembacaan ayat pendek
  8. Asmaul husna
  9. Penyelenggaraan shalat jenazah
  1. 2.      Bidang Kepemudaan.

Mengadakan pertemuan dengan pemuda di Talago Dadok Nagari Sungai Janiah.

  1. Mengadakan Acara Olah Raga seperti perlombaan Volly.
  2. Merealisasikan Program Organisasi Pemuda yang telah ada sebelum masa KUKERTA.
  3. Mencanangkan program Organisasi Pemuda yang baru seperti pembelajaran keorganisasian dan pembelajaran IPTEK.
  1. 3.                  Bidang Administrasi Pemerintahan Nagari/ Jorong

Dalam bidang ini kami mencoba membantu pemerintahan setempat dengan mendata kembali jumlah penduduk setempat. Sensus penduduk ini dapat terlaksana berkat kerjasama antara peserta KKN  dengan pemuda/I dan masyarakat setempat.

  1. 4.                  Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Kesehatan.
    1. Sosialisasi dengan masyarakat

Sosialisasi dengan masyarakat di laksanakan dalam rangka ta’aruf dengan seluruh unsur masyarakat setempat. Sosialisasi ini di laksanakan dengan mengadakan pertemuan di mesjid raya istiqmah sungai janiah dan berkunjung ke mushalla-mushalla yang ada di nagari sungai janiah dan kunjungan ke rumah-rumah penduduk pada awal berada di lokasi kukerta.

  1. Mengajar di SD setempat

Proses belajar mengajar ini dilakukan di SDN yang ada di Nagari Sungai janiah.

  1. Ikut mengajar di MDA Di Mesjid Raya Istiqamah Sungai Janiah.

MDA di jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah ini sudah pernah di lakukan sebelumnya tapi kurang aktif dimana murid-muridnya banyak yang malas untuk datang mengaji, tetapi setelah kami ikut mengajar di lokasi banyak yang datang bahkan yang selama ini yang yang tidak pernah mengaji di masjid Istiqamah tersebut juga ikut mengaji bersama-sama. Ini merupakan salah satu program yang berhasil kami aktifkan kembali di Mesjid Istiqamah. Pengaktifan MDA ini di mulai dari tanggal 13 Agustus sampai 31 Agustus jumlah muridnya lebih kurang 45 orang.

 

  1. 5.                  Bidang PKK dan Lingkungan Hidup.
  2. Mengadakan Goro Kebersihan Lingkungan Mesjid dan mushalla-mushalla yang ada di sekitar nagari sungai janiah, jalan dan pembersihan Sekolah yang ada Nagari Sungai Janiah.
  3. Mengadakan Gotong royong dalam rangka pembuatan lapangan Volly.
  4. Membuat taman di sekitar Posko Sungai Janiah
  5. Gotong royong di Taman PKK Kantor Walinagari sungai Janiah
  6. Selain program yang telah ditetapkan berdasarkan klasifikasi masalah mahasiswa KUKERTA juga melaksanakan program yang berkaitan dengan kemasyarakatan seperti pemberdayaan PKK, Pembelajaran IPTEK bagi masyarakat awam / umum.

 

  1. 6.                   Bidang Sarana dan Prasarana
  2. Memperbaiki saluran air ke Mesjid Raya dan Mushalla yang ada di Sungai Janiah karena air yang selama ini dialirkan masih menggunakan jalur yang sama dengan yang digunakan masyarakat dilokasi sebelum Masjid sehingga air yang sampai ke Masjid merupakan air bekas dan tidak dapat terjamin kesuciannya dan dikhawatirkan  air wudu’ masyarakat / jama’ah tidak sah.
  3. Mengadakan gotong royong pentas seni dalam rangka pengumpulan dana untuk penyaluran air bersih. Selain itu dana untuk proyek pengadaan air bersih juga diperoleh melalui jalan meminta sumbangan ke masyarakat nagari sungai janiah, dan memanfaatkan sisa kas dari program lomba Musbaqah Tilawatil Qur’an yang telah dilaksanakan.
  4. Memperbaiki dan membersihkan jalan yang ada di sekitar mesjid dan mushalla di kenagarian sungai janiah.
  5. Melaksanakan perawatan asset daerah berupa pengecatan ulang kantor Walinagari Sungai Janiah.

 

Selain program yang telah ditetapkan, program yang dilaksanakan berkaitan dengan kemasyarakatan antara lain :

  1. Mengisi Ceramah / wirid Ramadhan.
  2. Sosialisasi pentingnya pendidikan dengan Masyarakat terutama yang berbasis agama. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat untuk memfasilitasi anak – anak mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi Islami sebagaimana halnya STAI / UISB.
  3. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Tadarus Ramadhan baik antar mahasiswa KUKERTA maupun bersama masyarakat sekitar.

 

BAB III

DESKRIPSI NAGARI

 

  1. A.     Letak Geografis Nagari

Nagari Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, dengan luas wilayah 2.600 Ha. Secara geografis berbatasan dengan:

Sebelah utara          : Berbatas dengan Nagari Talang

Sebelah utara          : Berbatas dengan Nagari Aie Batumbuk

Sebelah Barat         : Berbatas dengan Nagari Talang

Sebelah timur          :  Berbatas dengan Nagari Koto Anau dan Nagari Batu Bajanjang (Kecamatan lembang Jaya)

Topografi wilayah kenagarian Sungai Janieh terdiri dari 15,38% lahan sawah, 23,08% bangunan dan halaman sekitarnya, 3,85% kebun, 1,92% ladang, 15,38% hutan, 1,92% hutan rakyat, 22,5% hutan negara, 15,38% lahan kering,  0,38% rawa dan 0,38% kolam. Nagari sungai janiah banyak memiliki sumber air bersih.

Nagari sungai janiah beriklim dingin yang terletak pada ketinggian + 600 s/d 900 m  dari permukaan laut dan curah hujan rata-rata 2500 mm pertahun, suhu rata-rata 15 s/d 25 °C. Berdasarkan kondisi ini nagari sungai janiah cocok untuk daerah pertanian sehingga profesi utama masyarakat adalah dalam bidang pertanian.

  1. B.     Sejarah Nagari Sungai Janiah

Pada awal mulanya penduduk nagari sungai janiah berasal dari pariangan Padang  panjang. Pada awalnya penduduk nagari ini bertempat tinggal di suatu tempat yang namanya  “Gurah” setelah tinggal di Gurah, beberapa orang diantara penduduknya ada yang mencari tempat tinggal baru yaitu turun ke taratak tingga. Kemudian setelah menetap di taratak tingga bertemulah sebuah Talago. Setelah sekikan lama, bertemulah dengan seorang nenek yang ditubuhnya terdapat benjol-benjol seperti duri dadok maka karena itulah dinamakan Talago Dadok dan diperhalus namanya menjadi Sungai Janiah karena air talago itu sangat jernih.

Suku yang pertama ada di sungai janiah adalah koto karena nenek yang badannya benjol-benjol itu setelah meninggal dunia dikuburkan di kapalo koto. Suku yang kedua adalah sikumbang, suku yang ketiga adalah jambak. Itulah asal nama nagari Sungai Janiah yang sejarahnya penulis dapat dari salah seorang penduduk sungai janiah yang bersuku sikumbang.

  1. C.     Pemerintahan

Nagari sungai janiah mempunyai sistem pemerintah yang sama dengan nagari-nagari yang ada di kecamatan lain yaitu sistem pemerintahan dikepalai oleh Wali Nagari beliau bernama Ir. Zulfirman yang dipilih langsung melalui pemilihan demokratis. Wali Nagari Sungai Janiah dalam menggerakkan pemerintahan beliau dibantu oleh organisasi pemuda, PKK, Karang taruna, Bundo kanduang, Badan Musyawarah Nagari (BMN) dan Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Di Nagari Sungai Janiah ada terdapat kantor KAN dan organisasinya yang diketuai oleh Dt. Indo Alam dan anggotanya ada di masing-masing jorong yang ada di Nagari Sungai Janiah. Masing-masing juga dibantu oleh penghulu dari empat jinih dan ninik mamak dari masing-masing suku seperti: Suku Koto, suku sikumbang dan suku jambak.

 

Badan Musyawarah Nagari (BMN)

Keberadaan BMN ini yaitunya di dekat kantor wali nagari Sungai Janiah tepatnya berada di jorong talago dadok. Sebagai anggota BMN  yaitu ada yang mewakili dari masing-masing jorong. Maka terdapat pusat pemerintahan nagari sungai janiah.

 

  1. D.    Penduduk / Pekerjaan

Jumlah penduduk secara keseluruhan 2.057 jiwa yang terdiri dari 1.022 laki-laki dan 1.035 perempuan dengan jumlah KK 470 KK (Kepala keluarga).

Pada umumnya masyarakat sungai janiah bermata pencaharian sebagai berikut:

No

Jenis Pekerjaan

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Tani

Pegawai Negeri

Guru

ABRI

Perawat

Bidan

PNS lainnya

Pensiunan ABRI/Sipil

Pegawai swasta

Tukang kayu

Tukang batu

Tukang jahit

Tukang cukur

Pedagang

250 orang

10 orang

17 orang

16 orang

6 orang

5 orang

4 orang

2 orang

22 orang

30 orang

15 orang

12 orang

2 orang

33 orang

 

Jumlah

614 Orang

Sumber: Wali Nagari Sungai Janiah

 

  1. E.     Saranan dan Prasarana

Sarana Pendidikan

Lembaga pendidikan formal yang ada di nagari Sungai janiah, antara lain:

No

Nama TK

Alamat

1

Al-qur’an istiqamah Jorong bunga tanjung

No

Nama SD

Alamat

1

2

SD N 09

SD N 24

Jorong Pandan Permai

Jorong Bungo Tanjung

No

Nama SMP

Alamat

1

SMP N 7 Jorong Gurah

Bila ditinjau dari segi sarana dan prasarana yang dimiliki serta tenaga pengajar cukup memadai. Perhatian masyarakat sungai janiah sangat tinggi terhadap kelangsungan pendidikan anak-anaknya, namun masih ada anak-anak usia sekolah yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan terhadap anak mereka, dan kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Usaha yang dilakukan oleh wali nagari untuk menyadarkan sebagian orang tua tentang pentingnya pendidikan anak diantaranya adalah mensosialisasikan program wajib belajar 9 tahun.

Sarana dan prasaran penunjang kegiatan-kegiatan masyarakat sudah cukup memadai walaupun belum maksimal, seperti sarana penunjang bidang keagamaan, ditandai dengan 1 Mesjid yaitu Mesjid Istiqomah serta beberapa mushalla.

Transportasi

Prasarana fisik jalan utama yang mengubungkan nagari sungai janiah dengan nagari lainnya serta hubungan dengan Ibu Kota Kecamatan, bahkan dengan Ibu Kota Kabupaten dan Ibu Kota Propinsi sangat baik dengan jalan yang diaspal hotmik. Sarana transportasi yang bisa melewati daerah ini adalah minibus, segala macam merk kendaraan roda dua dan kendaraan untuk angkutan barang.

  1. F.      Kehidupan Beragama

Masyarakat Nagari Sungai Janiah 100% beragama islam. Masyarakat sudah banyak memahami tentang ilmu agama akan tetapi pelaksanaannya masih kurang. Kegitan agama yang dilaksanakan hanya terfokus pada bidang ibadah saja dan masih banyak masyarakat yang taklik terhadap pengetahuan yang diajarkan oleh nenek moyang sehingga perlu diberikan kembali semacam bimbingan secara baik dan benar, tentu dengan  berbagai kegiatan yang bisa merangsang mereka untuk kembali menerapkan ajaran agama yang sesungguhnya.

Hal ini dilihat dari kebiasaan masyarakat sesuai dengan pengamatan penulis selama menjalankan kukerta di Nagari sungai janiah berbagai aktifitas yang dilakukan dan melalui hasil wawancara dari tokoh masyarakat seperti kepala Jorong, ninik mamak serta pemuka-pemuka masyarakat.

Pemahaman yang dianut oleh masyarakat nagari sungai janiah terhadap agama, dapat dilihat melalui kegiatan pembinaan terhadap jema’ah dan generasi muda yaitu melalui berbagai kegiatan, terutama pembinaan kepada anak-anak dan remaja sebagai generasi yang masih mudah  terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang tidak benar dan arus globalisasi saat sekarang ini.

URAIAN KEGIATAN

PELAKSANAAN MDA

NAGARI SUNGAI JANIEH

 

    PENDAHULUAN

Selama melaksanakan kegiatan KUKERTA  dinagari Sungai Janieh yang berada di 4 tempat/jorong yakni jorong Talago Dadok, Bungo Tanjung, Gurah, Pandan Permai selama 2 bulan banyak hal yang ditemui dan diambil hikmahnya. Apa yang bermanfaat dapat dijadikan ilmu dan apa yang kita tinggalkan selama pelaksanaan kukerta yang ada manfaatnya, mudah-mudahan dapat  dijadikan contoh dan dapat diambil manfaanya. Amin.

Dalam pelaksanaan kukerta ada beberapa progam yang telah di programkan diantaranya yaitu : kegiatan ramadhan, MDA, Qasidah rabana, pidacil, shalat jenasah, dan menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu kegiatan yang penulis uraikan dalam laporan ini yaitu kegiatan MDA yang penulis laksanakan dibidang tarikh (Al-Qur’an) yang dilaksanakan pada sore hari antara pukul 16.00 – 18.00 di Masjid Raya Istiqomah Sungai janiah yang berada di jorong Talago dadok.

Jumlah muridnya lebih kurang 50 orang yang mreupakan gabungan dari dua jorong yaitu : Jorong Bungo Tanjung dan Jorong Talaga dadok. Saat pelaksanaan MDA banyak hal yang penulis temui baik suka maupun duka tetapi itu semua bisa dijadikan sebagai cambuk untuk kebaikan masa yang akan datang.

TUJUAN PELAKSANAAN

MDA ini merupakan suatu program kegiatan KUKERTA yang dilaksanakan oleh peserta KUKERTA mulai tanggal 07 Agustus sampai 02 Oktober 2010. Kegiatan mengajar MDA ini dilaksanakan dengan sistim bagi kelompok dimana masing – masing pengajar ( Mahasiswa yang mengembangkan program MDA ) mengajar secara tetap dan bertanggung jawab terhadap sejumlah siswa. Pembagian jumlah siswa berdasarkan kesepakatan bersama antar pengajar (mahasiswa).

Adapun tujuan pelaksanaan MDA :

  • Meningkatkan SDM dibidang agama, salah satunya dalam membaca Alqur’an
  • Mengubah akhlak dari yang kurang baik ke arah yang lebih baik
  • Mempererat silaturrahmi dengan masyarakat
  • Untuk melaksanakan program yang telah dicanangkan.

KENDALA YANG DIHADAPI

Dalam pelaksanaan program ini kendala yang dihadapi adalah kurangnya motivasi dari orang tua untuk mengajarkan dan mendorong anaknya dalam belajar baca tulis Alqur’an sehingga anak – anak tersebut belum lancar membaca al – qur’an, bahkan ada yang belum mengenal dan belum mampu membaca huruf hijaiyah dengan baik.

Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak tetapnya jadwal anak dalam belajar al – qur’an. Penjelasan yang penulis dapat dari masyarakat maupun mantan guru MDA di Masjid Istiqamah kendalanya adalah keberadaan MDA yang tidak tetap ( dalam arti kata kadang – kadang ada, kadang – kadang fakum).

 

USAHA YANG DILAKUKAN

Untuk mengatasi kendala/ masalah yang ditemukan perlu dilakukan beberapa usaha. Adapun usaha yang dilakukan adalah:

v  Meningkatkan sosialisasi antara mahasiswa KUKERTA dengan orang tua murid

v  Menyampaikan kendala yang dihadapi saat pelaksanan Proses Belajar Mengajar MDA kepada orang tua murid sehingga orang tua murid dapat lebih memotivasi anaknya sehingga anak lebih termotivasi

v  Mengevaluasi kembali hasil belajar siswa selama ini melalui kegiatan lomba Musbaqah Tilawatil Qur’an yang diadakan juga bertepatan dengan bulan ramadhan. Lomba MTQ ini menjadi ajang evaluasi bagi Mahasiswa KUKERTA terutama penulis untuk dapat melihat ketercapaian belajar dari materi yang telah penulis sampaikan kepada murid – murid MDA binaan penulis.

HASIL YANG DICAPAI

Selama pelaksanaan KUKERTA di Kenagarian Sungai Janieh, Alhamdulillah kegiatan MDA berjalan dengan lancar dan baik. Hal ini tidak terlepas dari  adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa KUKERTA sebagai pengajar dengan orang tua dan masyarakat Sungai Janieh.

Hasil nyata dapat penulis lihat pada saat pelaksanaan Lomba MTQ dimana siswa yang penulis ajar mengikuti berbagai cabang lomba terutama Tilawah dan pembacaan huruf serta tajwidnya mengalami perbaikan disbanding waktu pertama kali siswa tersebut belajar. Penulis yakin dan percaya hal ini adalah berkat latihan yang intensif, berkala dan berkesinambungan.

BAB IV

REALISASI PROGRAM

 

  1. A.     Pelaksanaan Program

Rencana kerja yang disusun dalam bentuk program Kukerta adalah semua perencanaan yang akan ditetapkan oleh mahasiswa dalam bentuk pengabdian terhadap masyarakat secara terpadu termasuk melibatkan staf pengajar (dosen) diluar bangku kuliah ditengah-tengah masyarakat Nagari.

Untuk lebih terarahnya kegiatan pengabdian masyarakat di nagari sungai janiah perlu disusun suatu perencanaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Adapun kegiatan permasalahan yang penulis temui pada kegiatan Kukerta ini pada bidang mental dan spiritual,  bidang pendidikan, bidang generasi muda.

  1. B.     Kendala yang Dihadapi
    1. 1.      Bidang Mental dan Spiritual

Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah sulit sekali mengumpulkan masyarakat untuk mengadakan berbagai acara keagamaan. Hanya saja pada bulan suci ramadhan, masyarakat memang sudah menyiapkan diri dan mereka memiliki kesempatan untuk beribadah sehingga bulan suci ramadhan merupakan kesempatan emas untuk menyampaikan misi keagamaan dengan mengisi wirid-wirid ramadhan dan mengadakan perlombaan-perlombaan yang diharapkan menjadi motivasi dalam meningkatkan penerapan nilai-nilai agama dikalangan masyarakat. Semua permasalahan itu terjadi karena aktifitas masyarakat yang padat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada umumnya mereka bekerja di sawah atau lading sehingga merasa kelelahan sehabis bekerja meskipun jam kerja tidak tetap. Dan sebagian lain masyarakat bekerja di instansi pemerintahan sehingga merasa sangat sibuk dengan pekerjaan yang padat dan jam pulang kerja yang sore.

  1. 2.                  Bidang Pendidikan

Di nagari sungai janiah sebagian besar masyarakat cukup faham dengan pendidikan akan tetapi penerapan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari masih kurang.

  1. 3.                  Bidang Generasi Muda

Permasalahan yang dihadapi dikalangan pemuda adalah seringnya dijumpai tauran antar daerah maupun dikalangan mereka sendiri padahal hanya disebabkan oleh hal yang sepele seperti saling ejek dan sebagainya, mungkin saja dikarenakan oleh  tahap perkembanagan emosional mereka yang tidak yang belum matang sehingga mentalnya masih belum stabil. Masa remaja dan masa muda adalah masa dimana mereka dalam tahap mencari jati diri yang sesungguhnya.

  1. C.     Usaha yang Dilakukan
    1. 1.      Bidang Mental dan Spiritual

Usaha yang dilakukan mahasiswa Kukerta adalah menyesuaikan program kegiatan dengan kebutuhna masyarakat dan waktu yang tidak tersedia di luar mereka mencari kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu kesempatan untuk menyampaikan misi kepada masyarakat lebih dominan dilakukan pada malam hari. Semua ini dilakukan pada malam hari dengan cara bekerja sama dengan unsur masyarakat yang mampu mengajak masyarakat kedalam sebuah jama’ah seperti kepala jorong, pemuda dan remaja mesjid.

Dengan itu semua segala hambatan dan permasalahan akan dapat dipecahkan dengan baik sehingga membuahkan hasil yang memuaskan sesuai dengan misi mahasiswa Kukerta dan harapan masyarakat.

  1. 2.      Bidang Pendidikan

Dalam hal ini mahasiswa Kukerta tidak perlu mengadakan perubahan hanya saja memberikan motivasi agar mereka kembali menghidupkan suasana keagamaan terutama nilai-nilai yang terkandung dalam Al-qur’an dan Sunnah rasul. Usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat adalah dengan  terus mengajarkan membaca Al-qur’an dengan baik dan memberikan pemahaman tentang agama, baik di lembaga formalitas maupun non formal seperti di mesjid dan mushalla kemudian untuk kalangan masyarakat luas diadakan wirid-wirid yang didalamnya merupakan wadah menimba ilmu keagamaan dan sedikit tentang perkembangan zaman sehingga menjadi bahan renungan dan menambah wawasan masyarakat dibidang agama.

  1. 3.      Bidang Generasi Muda

Adapun usaha yang dilakukan untuk menghindari jatuhnya moral dikalangan remaja dan pemuda, maka perlu adanya pembinaan secara keagamaan sehingga mereka bisa menyaring mana perbuatan baik dan mana perbuatan yang buruk, melanggar jati diri seorang muslim. Adapun wadah yang diharapkan untuk pembinaan yaitu mengadakan acara pesantren kilat dan mengadakan berbagai acara keagamaan yang mana dalam kegiatan itu memberikan wewenang kepada para pemuda sebagai panitia yang nanti akan bertanggung jawab atas kelancaran acara tersebut sehingga memberikan kesadaran kepada mereka betapa pentingnya partisipasi mereka untuk kemajuan masyarakat yang agamais, apalagi tanggung jawab mereka sangat tinggi untuk mempertahankan aqidah masyarakat atau generasi selanjutnya.

  1. D.    Hasil yang Dicapai

Pelaksanaan program yang dilakukan selama kukerta dikenagarian sungai janiah baik itu dari bidang mental dan spiritual, bidang pendidikan, maupun dibidang generasi muda alhamdulillah berlangsung dengan baik walaupun ada sedikit-sedikit kekurangan tapi itu bisa dikendalikan karena adanya kerjasama yang baik antara peserta kukerta dan dengan masyarakat sungai janiah itu sendiri.

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. A.     Kesimpulan
    1. Mempelajari masyarakat dalam jangka waktu kurang lebih delapan minggu merupakan waktu yang singkat untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif dan sempurna, namun dalam waktu yang singkat tersebut penulis dari mahasiswa kukerta telah berusaha memberikan bimbingan dan arahan yang baik kepada masyarakat secara umum maupun yang bersifat keagamaan.
    2. Sesuai dengan keadaan masyarakat yang kami jumpai dapat disimpulkan bahwa masyarakat nagari sungai janiah merupakan masyarakat yang tergolong faham terhadap nilai-nilai agama, namun saja penerapan dan aplikasinya masih jauh dengan yang diharapkan.
    3. Kami dari mahasiswa telah dapat membina kegiatan wirid ramadhan, pesantren kilat, pembinaan terhadap kader mubaligh, ikut menunjang suksesnya berbagai perlombaan dibidang keagamaan seperti MTQ, cerdas cermat, Shalat jenazah, asmaul husna, azan, bacaan ayat pendek serta pembinaan masyarakat yang harus kuat dalam mempertahankan aqidah para generasi muda.
    4. Pendidikan agama bagi generasi muda atau anak-anak sangat kurang mendapat perhatian orang tua dan masyarakat, terbukti tidak lancarnya proses pembelajaran agama (TPA) dan banyaknya anak-anak yang tidak mengaji/kesurau dan tidak adanya MDA di nagari ini.
  2. B.     Saran
    1. Untuk menghadapi kendala-kendala yang ada di nagari sungai janiah, maka mahasiswa kukerta harus dibekali dengan ilmu dan kesiapan yang matang karena masyarakat yang dihadapi mempunyai kriteria yang berbeda dan mempunyai ragam, pengalaman mungkin saja belum dimiliki oleh seorang mahasiswa.
    2. Suatu masalah dimana di Nagari Sungai Janiah terdapat banyak ulama dan mubaligh namun belum berfungsi secara baik dan masih berlandaskan segala sesuatunya kepada ajaran dan kebudayaan nenek moyang mereka sehingga perlu adanya bimbingan dan arahan secara kontinue.
    3. Mengingat nagari sungai janiah yang cukup maju diberbabagi bidang, maka dimasa yang akan datang harus memberikan pengalaman dan ilmu yang mapan untuk menghadapi masyarakat kalau perlu dimasa yang akan datang hendaknya mahasiswa ditempatkan didaerah yang benar-benar membutuhkan tenaga mahasiswa baik dibidang umum maupun di bidang keagamaan.
    4. Kepada masyarakat yang didatangi oleh mahasiswa yang praktek lapangan, maka pergunakanlah ilmu mereka untuk mencapai suatu kemajuan dibidang apapun yang bisa mereka lakukan dengan kata lain tidak hanya menganggap mereka sebagai pelajar akan tetapi sebagai seorang tokoh yang mampu memberikan suatu perobahan yang beharga untuk kalangan mayarakat.

Tag:

2 Tanggapan to “laporan kkn”

  1. Qori Pebrial Says:

    Assalamualaikum wr.wb…
    Seblumnya sya ucapkan terima kasih sudah melakukan KUKERTA d Nagari Sungai Janiah yang notabene adalah kampuang halaman ambo..
    Terkait dengan asal usul nagari sungai janiah, atau yang dikenal juga dengan Talago Dadok,, saya rasa ada sedikt kekurangjelasan karna seperti yang saya ketahui dari mamak2 saya dahulunya,, nagari sungai janiah adalah rantau dr urang koto yg merambah hutan, yang saat itu datuaknya Dtk Parageh Mangiang Sati..
    Sebenarnya saya juga tdk terlalu paham akan hal ini,, tp mungkin kita bisa saling berbagi dsini karna saya sdh lama tdk pulkam…
    Skali lagi terima kasih sdh mlakukan KUKERTA d ngari Sungai Janiah…

    • nanogummy Says:

      walaikum salam saudara….. maaf ya kalau asal-usul nagarinya kurang jelas,,, ga ada maksud untuk mengacaukan data… data yang diambil berdasarkan penuturan masyarakat setempat… hal ini dikarenakan kurangnya dokumen/arsip di nagari asal… tapi satu hal yang pasti Sungai janiah punya banyak objek yang menarik, apalagi talago dadoknya sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: