laporan kkn

Mei 6, 2011

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Kuliah Kerja Nyata merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perkuliahan dan keharusan bagi setiap mahasiswa yang mengikuti kuliah minimal Strata Satu (S.I) pada lembaga Perguruan Tinggi. Dalam memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan perkuliahan adalah dengan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA). Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk mensosialisasikan sekaligus sebagai aplikasi dari wawasan almamater yang tertuang dalam Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bentuk Pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tahap awal dari para mahasiswa mengenal berbagai keanekaragaman masyarakat, sehingga dalam hal ini mahasiswa yang telah terbiasa terjun kepada masyarakat yang nantinya menjadi guru ataupun anggota masyarakat menjadi guru dan masyarakat yang profesional dan bertanggung jawab.

Kukerta sebagai ajang pengabdian kepada masyarakat oleh suatu Perguruan Tinggi, melalui Kukerta diharapkan masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk melaksanakan pembangunan, lebih meningkatkan cara berfikir dan bertindak sesuai dengan tuntutan pembangunan serta mendapatkan kader-kader penerus, pelopor, penggerak dan pembimbing masyarakat dalam pembangunan pasca kegiatan Kukerta.

Disamping itu mahasiswa sendiri dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah sambil menambah pengalaman secara langsung di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa disamping sebagai “individu intelektual” juga berfungsi sebagai “social teknorat” terhadap kebangkitan dan kemajuan suatu bangsa. Sebagai social teknorat mahasiswa dituntut menjadi pelopor, penggerak dan pembimbing masyarakat dalam pembangunan.

Dalam rangka melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa membawa ide pembaharuan dan pikiran baru yang bersifat praktis, pragmatis kepada masyarakat desa khususnya, sehingga dapat merangsang, mendorong dan meningkatkan pengertian kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

  1. B.     Tujuan Pembuatan Laporan

Dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan Kukerta diharapkan memberikan manfaat pada masyarakat ditempat Kukerta dilaksanakan.

Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah :

  1. Belajar untuk mencari fenomena dari permasalahan yang ditemui ditengah masyarakat serta berusaha mencari jalan keluarnya
  2. Sebagai gambaran yang akurat dan autentik dari apa yang dikerjakan atau yang dikerjakan mahasiswa didaerah mereka Kukerta
  3. Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan kepada masyarakat tentang situasi dan kondisi.
  4. Memberikan pengertian pada masyarakat tentang peranan agama sebagai pendorong dan penggerak pembangunan.
  1. C.     Kegunaan Penulisan Laporan
    1. Sebagai bukti Otentik untuk mengetahui kegiatan mahasiswa dilapangan dalam  pelaksanaan KUKERTA.
    2. Pembuatan laporan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebagai gambaran kegiatan yang sudah dilakukan ditengah masyarakat oleh masing-masing individu mahasiswa.
    3. Dengan adanya laporan yang diberikan oleh mahasiswa maka panitia KUKERTA dapat melihat sejauh mana kegiatan telah dilakukan oleh mahasiswa dilapangan.
  1. D.    Sistematika Penulisan

Dalam penulisan lapoaran KUKERTA ini penulis akan menjelaskan pokok-pokok pikiran secara sistematika sesuai dengan penyusunan daftar. Sistematika penulis sebagai berikut :

Bab I Membahas Pendahuluan  yang mengemukakan gambaran umum dari laporan KUKERTA secara  utuh, berisikan latar belakang, tujuan penulisan laporan, kegunaan dari penulisan laporan dan sistematika penulisan.

Bab 2 Memberikan gambaran umum yang meliputi program kukerta, Kukerta sebagai pengabdian masyarakat, tujuan kukerta, serta program-program kukerta di Jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah.

Bab 3 Memberikan gambaran umum Deskripsi nagari/jorong yang meliputi letak Geografi Nagari, Sejarah Nagari, Pemerintahan, Kependudukan, Pekerjaan, Sarana dan Prasarana serta kehidupan yang beragam dari masyarakat jorong Talago Dadok khususnya dan Nagari Sungai Janiah umumnya.

Bab 4 Mengemukakan uraian tentang Realiasi Kukerta yang meliputi Pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, usaha yang dilakukan untuk mengatasi serta hasil yang dicapai.

Bab 5 Merupakan bab terakhir atau bab penutup yang berisikan kesimpulan dan saran-saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROGRAM KUKERTA

 

  1. A.     Kukerta sebagai Pengabdian Masyarakat

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat khusus, karena pada kuliah kerja Nyata         (Kukerta) merupakan realisasi Tridarma Perguruan Tinggi yakni, Pendidikan, Penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Untuk melaksanakan Tridarma Pengabdian pada masyarakat, diperlukan persiapan yang matang dan perencanaan program yang akuntabilitas, terprogram dengan baik dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa.

  1. B.     Tujuan Kukerta
    1. Mendekatkan diri kepada masyarakat dalam rangka menjalin kerjasama dalam menyesuaikan antara Pendidikan Tinggi dan masyarakat demi terlaksananya pembangunan.
    2. Membantu masyarakat dalam memberikan pencerahan agama setiap hari pada bulan Ramadhan, sehingga dapat dijadikan sebagai motifasi dalam kehidupan manusia, yang berakhlak mulia serta bertanggung jawab.
    3. Agar mahasiswa dapat belajar dari masyarakat yang akhirnya setelah menyelesaikan perkuliahan nanti terbiasa hidup bermasyarakat.
    4. Agar dapat menciptakan sarjana yang berkualitas sebagai penerus, menghayati permasalahan masyarakat secara keseluruhan serta mengetahui masalah yang berkembang dimasyarakat.
  1. C.     Program Kukerta

Program rencana kerja yang disusun oleh mahasiswa Kukerta adalah semua perencanaan yang ditetapkan oleh peserta Kukerta, seperti pengabdian terhadap masyarakat secara terpadu yang termasuk melibatkan Staf Pengajar (Dosen) diluar bangku kuliah.

Agar lebih terarahnya kegiatan pengabdian terhadap masyarakat di Jorong Bungo Tanjung perlu disusun perencanaan yang matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dilapangan. Beberapa program kerja yang telah disusun bersama rekan-rekan mahasiswa di Jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah adalah sebagai berikut:

  1. 1.      Bidang Keagamaan

Membangun mental spiritual masyarakat merupakan misi yang diemban oleh Perguruan Tinggi khususnya UISB Solok Nan Indah. Untuk itu dipandang perlu mengaitkan beberapa kegiatan keagamaan dengan tujuan dapat mengubah dan mengembalikan pola pikir serta tingkah laku masyarakat tersebut antara lain :

  1. Mengadakan pesantren kilat Sekolah Dasar dari umur 9-12 Tahun
  2. Mengadakan Ceramah Agama.
  3. Mengadakan Safari Ramadhan.
  4. Mengadakan acara berbuka bersama.
  5. Mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an.
  6. Mengadakan cerdas cermat
  7. Pembacaan ayat pendek
  8. Asmaul husna
  9. Penyelenggaraan shalat jenazah
  1. 2.      Bidang Kepemudaan.

Mengadakan pertemuan dengan pemuda di Talago Dadok Nagari Sungai Janiah.

  1. Mengadakan Acara Olah Raga seperti perlombaan Volly.
  2. Merealisasikan Program Organisasi Pemuda yang telah ada sebelum masa KUKERTA.
  3. Mencanangkan program Organisasi Pemuda yang baru seperti pembelajaran keorganisasian dan pembelajaran IPTEK.
  1. 3.                  Bidang Administrasi Pemerintahan Nagari/ Jorong

Dalam bidang ini kami mencoba membantu pemerintahan setempat dengan mendata kembali jumlah penduduk setempat. Sensus penduduk ini dapat terlaksana berkat kerjasama antara peserta KKN  dengan pemuda/I dan masyarakat setempat.

  1. 4.                  Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Kesehatan.
    1. Sosialisasi dengan masyarakat

Sosialisasi dengan masyarakat di laksanakan dalam rangka ta’aruf dengan seluruh unsur masyarakat setempat. Sosialisasi ini di laksanakan dengan mengadakan pertemuan di mesjid raya istiqmah sungai janiah dan berkunjung ke mushalla-mushalla yang ada di nagari sungai janiah dan kunjungan ke rumah-rumah penduduk pada awal berada di lokasi kukerta.

  1. Mengajar di SD setempat

Proses belajar mengajar ini dilakukan di SDN yang ada di Nagari Sungai janiah.

  1. Ikut mengajar di MDA Di Mesjid Raya Istiqamah Sungai Janiah.

MDA di jorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah ini sudah pernah di lakukan sebelumnya tapi kurang aktif dimana murid-muridnya banyak yang malas untuk datang mengaji, tetapi setelah kami ikut mengajar di lokasi banyak yang datang bahkan yang selama ini yang yang tidak pernah mengaji di masjid Istiqamah tersebut juga ikut mengaji bersama-sama. Ini merupakan salah satu program yang berhasil kami aktifkan kembali di Mesjid Istiqamah. Pengaktifan MDA ini di mulai dari tanggal 13 Agustus sampai 31 Agustus jumlah muridnya lebih kurang 45 orang.

 

  1. 5.                  Bidang PKK dan Lingkungan Hidup.
  2. Mengadakan Goro Kebersihan Lingkungan Mesjid dan mushalla-mushalla yang ada di sekitar nagari sungai janiah, jalan dan pembersihan Sekolah yang ada Nagari Sungai Janiah.
  3. Mengadakan Gotong royong dalam rangka pembuatan lapangan Volly.
  4. Membuat taman di sekitar Posko Sungai Janiah
  5. Gotong royong di Taman PKK Kantor Walinagari sungai Janiah
  6. Selain program yang telah ditetapkan berdasarkan klasifikasi masalah mahasiswa KUKERTA juga melaksanakan program yang berkaitan dengan kemasyarakatan seperti pemberdayaan PKK, Pembelajaran IPTEK bagi masyarakat awam / umum.

 

  1. 6.                   Bidang Sarana dan Prasarana
  2. Memperbaiki saluran air ke Mesjid Raya dan Mushalla yang ada di Sungai Janiah karena air yang selama ini dialirkan masih menggunakan jalur yang sama dengan yang digunakan masyarakat dilokasi sebelum Masjid sehingga air yang sampai ke Masjid merupakan air bekas dan tidak dapat terjamin kesuciannya dan dikhawatirkan  air wudu’ masyarakat / jama’ah tidak sah.
  3. Mengadakan gotong royong pentas seni dalam rangka pengumpulan dana untuk penyaluran air bersih. Selain itu dana untuk proyek pengadaan air bersih juga diperoleh melalui jalan meminta sumbangan ke masyarakat nagari sungai janiah, dan memanfaatkan sisa kas dari program lomba Musbaqah Tilawatil Qur’an yang telah dilaksanakan.
  4. Memperbaiki dan membersihkan jalan yang ada di sekitar mesjid dan mushalla di kenagarian sungai janiah.
  5. Melaksanakan perawatan asset daerah berupa pengecatan ulang kantor Walinagari Sungai Janiah.

 

Selain program yang telah ditetapkan, program yang dilaksanakan berkaitan dengan kemasyarakatan antara lain :

  1. Mengisi Ceramah / wirid Ramadhan.
  2. Sosialisasi pentingnya pendidikan dengan Masyarakat terutama yang berbasis agama. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat untuk memfasilitasi anak – anak mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi Islami sebagaimana halnya STAI / UISB.
  3. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Tadarus Ramadhan baik antar mahasiswa KUKERTA maupun bersama masyarakat sekitar.

 

BAB III

DESKRIPSI NAGARI

 

  1. A.     Letak Geografis Nagari

Nagari Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, dengan luas wilayah 2.600 Ha. Secara geografis berbatasan dengan:

Sebelah utara          : Berbatas dengan Nagari Talang

Sebelah utara          : Berbatas dengan Nagari Aie Batumbuk

Sebelah Barat         : Berbatas dengan Nagari Talang

Sebelah timur          :  Berbatas dengan Nagari Koto Anau dan Nagari Batu Bajanjang (Kecamatan lembang Jaya)

Topografi wilayah kenagarian Sungai Janieh terdiri dari 15,38% lahan sawah, 23,08% bangunan dan halaman sekitarnya, 3,85% kebun, 1,92% ladang, 15,38% hutan, 1,92% hutan rakyat, 22,5% hutan negara, 15,38% lahan kering,  0,38% rawa dan 0,38% kolam. Nagari sungai janiah banyak memiliki sumber air bersih.

Nagari sungai janiah beriklim dingin yang terletak pada ketinggian + 600 s/d 900 m  dari permukaan laut dan curah hujan rata-rata 2500 mm pertahun, suhu rata-rata 15 s/d 25 °C. Berdasarkan kondisi ini nagari sungai janiah cocok untuk daerah pertanian sehingga profesi utama masyarakat adalah dalam bidang pertanian.

  1. B.     Sejarah Nagari Sungai Janiah

Pada awal mulanya penduduk nagari sungai janiah berasal dari pariangan Padang  panjang. Pada awalnya penduduk nagari ini bertempat tinggal di suatu tempat yang namanya  “Gurah” setelah tinggal di Gurah, beberapa orang diantara penduduknya ada yang mencari tempat tinggal baru yaitu turun ke taratak tingga. Kemudian setelah menetap di taratak tingga bertemulah sebuah Talago. Setelah sekikan lama, bertemulah dengan seorang nenek yang ditubuhnya terdapat benjol-benjol seperti duri dadok maka karena itulah dinamakan Talago Dadok dan diperhalus namanya menjadi Sungai Janiah karena air talago itu sangat jernih.

Suku yang pertama ada di sungai janiah adalah koto karena nenek yang badannya benjol-benjol itu setelah meninggal dunia dikuburkan di kapalo koto. Suku yang kedua adalah sikumbang, suku yang ketiga adalah jambak. Itulah asal nama nagari Sungai Janiah yang sejarahnya penulis dapat dari salah seorang penduduk sungai janiah yang bersuku sikumbang.

  1. C.     Pemerintahan

Nagari sungai janiah mempunyai sistem pemerintah yang sama dengan nagari-nagari yang ada di kecamatan lain yaitu sistem pemerintahan dikepalai oleh Wali Nagari beliau bernama Ir. Zulfirman yang dipilih langsung melalui pemilihan demokratis. Wali Nagari Sungai Janiah dalam menggerakkan pemerintahan beliau dibantu oleh organisasi pemuda, PKK, Karang taruna, Bundo kanduang, Badan Musyawarah Nagari (BMN) dan Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Di Nagari Sungai Janiah ada terdapat kantor KAN dan organisasinya yang diketuai oleh Dt. Indo Alam dan anggotanya ada di masing-masing jorong yang ada di Nagari Sungai Janiah. Masing-masing juga dibantu oleh penghulu dari empat jinih dan ninik mamak dari masing-masing suku seperti: Suku Koto, suku sikumbang dan suku jambak.

 

Badan Musyawarah Nagari (BMN)

Keberadaan BMN ini yaitunya di dekat kantor wali nagari Sungai Janiah tepatnya berada di jorong talago dadok. Sebagai anggota BMN  yaitu ada yang mewakili dari masing-masing jorong. Maka terdapat pusat pemerintahan nagari sungai janiah.

 

  1. D.    Penduduk / Pekerjaan

Jumlah penduduk secara keseluruhan 2.057 jiwa yang terdiri dari 1.022 laki-laki dan 1.035 perempuan dengan jumlah KK 470 KK (Kepala keluarga).

Pada umumnya masyarakat sungai janiah bermata pencaharian sebagai berikut:

No

Jenis Pekerjaan

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Tani

Pegawai Negeri

Guru

ABRI

Perawat

Bidan

PNS lainnya

Pensiunan ABRI/Sipil

Pegawai swasta

Tukang kayu

Tukang batu

Tukang jahit

Tukang cukur

Pedagang

250 orang

10 orang

17 orang

16 orang

6 orang

5 orang

4 orang

2 orang

22 orang

30 orang

15 orang

12 orang

2 orang

33 orang

 

Jumlah

614 Orang

Sumber: Wali Nagari Sungai Janiah

 

  1. E.     Saranan dan Prasarana

Sarana Pendidikan

Lembaga pendidikan formal yang ada di nagari Sungai janiah, antara lain:

No

Nama TK

Alamat

1

Al-qur’an istiqamah Jorong bunga tanjung

No

Nama SD

Alamat

1

2

SD N 09

SD N 24

Jorong Pandan Permai

Jorong Bungo Tanjung

No

Nama SMP

Alamat

1

SMP N 7 Jorong Gurah

Bila ditinjau dari segi sarana dan prasarana yang dimiliki serta tenaga pengajar cukup memadai. Perhatian masyarakat sungai janiah sangat tinggi terhadap kelangsungan pendidikan anak-anaknya, namun masih ada anak-anak usia sekolah yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan terhadap anak mereka, dan kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Usaha yang dilakukan oleh wali nagari untuk menyadarkan sebagian orang tua tentang pentingnya pendidikan anak diantaranya adalah mensosialisasikan program wajib belajar 9 tahun.

Sarana dan prasaran penunjang kegiatan-kegiatan masyarakat sudah cukup memadai walaupun belum maksimal, seperti sarana penunjang bidang keagamaan, ditandai dengan 1 Mesjid yaitu Mesjid Istiqomah serta beberapa mushalla.

Transportasi

Prasarana fisik jalan utama yang mengubungkan nagari sungai janiah dengan nagari lainnya serta hubungan dengan Ibu Kota Kecamatan, bahkan dengan Ibu Kota Kabupaten dan Ibu Kota Propinsi sangat baik dengan jalan yang diaspal hotmik. Sarana transportasi yang bisa melewati daerah ini adalah minibus, segala macam merk kendaraan roda dua dan kendaraan untuk angkutan barang.

  1. F.      Kehidupan Beragama

Masyarakat Nagari Sungai Janiah 100% beragama islam. Masyarakat sudah banyak memahami tentang ilmu agama akan tetapi pelaksanaannya masih kurang. Kegitan agama yang dilaksanakan hanya terfokus pada bidang ibadah saja dan masih banyak masyarakat yang taklik terhadap pengetahuan yang diajarkan oleh nenek moyang sehingga perlu diberikan kembali semacam bimbingan secara baik dan benar, tentu dengan  berbagai kegiatan yang bisa merangsang mereka untuk kembali menerapkan ajaran agama yang sesungguhnya.

Hal ini dilihat dari kebiasaan masyarakat sesuai dengan pengamatan penulis selama menjalankan kukerta di Nagari sungai janiah berbagai aktifitas yang dilakukan dan melalui hasil wawancara dari tokoh masyarakat seperti kepala Jorong, ninik mamak serta pemuka-pemuka masyarakat.

Pemahaman yang dianut oleh masyarakat nagari sungai janiah terhadap agama, dapat dilihat melalui kegiatan pembinaan terhadap jema’ah dan generasi muda yaitu melalui berbagai kegiatan, terutama pembinaan kepada anak-anak dan remaja sebagai generasi yang masih mudah  terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang tidak benar dan arus globalisasi saat sekarang ini.

URAIAN KEGIATAN

PELAKSANAAN MDA

NAGARI SUNGAI JANIEH

 

    PENDAHULUAN

Selama melaksanakan kegiatan KUKERTA  dinagari Sungai Janieh yang berada di 4 tempat/jorong yakni jorong Talago Dadok, Bungo Tanjung, Gurah, Pandan Permai selama 2 bulan banyak hal yang ditemui dan diambil hikmahnya. Apa yang bermanfaat dapat dijadikan ilmu dan apa yang kita tinggalkan selama pelaksanaan kukerta yang ada manfaatnya, mudah-mudahan dapat  dijadikan contoh dan dapat diambil manfaanya. Amin.

Dalam pelaksanaan kukerta ada beberapa progam yang telah di programkan diantaranya yaitu : kegiatan ramadhan, MDA, Qasidah rabana, pidacil, shalat jenasah, dan menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu kegiatan yang penulis uraikan dalam laporan ini yaitu kegiatan MDA yang penulis laksanakan dibidang tarikh (Al-Qur’an) yang dilaksanakan pada sore hari antara pukul 16.00 – 18.00 di Masjid Raya Istiqomah Sungai janiah yang berada di jorong Talago dadok.

Jumlah muridnya lebih kurang 50 orang yang mreupakan gabungan dari dua jorong yaitu : Jorong Bungo Tanjung dan Jorong Talaga dadok. Saat pelaksanaan MDA banyak hal yang penulis temui baik suka maupun duka tetapi itu semua bisa dijadikan sebagai cambuk untuk kebaikan masa yang akan datang.

TUJUAN PELAKSANAAN

MDA ini merupakan suatu program kegiatan KUKERTA yang dilaksanakan oleh peserta KUKERTA mulai tanggal 07 Agustus sampai 02 Oktober 2010. Kegiatan mengajar MDA ini dilaksanakan dengan sistim bagi kelompok dimana masing – masing pengajar ( Mahasiswa yang mengembangkan program MDA ) mengajar secara tetap dan bertanggung jawab terhadap sejumlah siswa. Pembagian jumlah siswa berdasarkan kesepakatan bersama antar pengajar (mahasiswa).

Adapun tujuan pelaksanaan MDA :

  • Meningkatkan SDM dibidang agama, salah satunya dalam membaca Alqur’an
  • Mengubah akhlak dari yang kurang baik ke arah yang lebih baik
  • Mempererat silaturrahmi dengan masyarakat
  • Untuk melaksanakan program yang telah dicanangkan.

KENDALA YANG DIHADAPI

Dalam pelaksanaan program ini kendala yang dihadapi adalah kurangnya motivasi dari orang tua untuk mengajarkan dan mendorong anaknya dalam belajar baca tulis Alqur’an sehingga anak – anak tersebut belum lancar membaca al – qur’an, bahkan ada yang belum mengenal dan belum mampu membaca huruf hijaiyah dengan baik.

Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak tetapnya jadwal anak dalam belajar al – qur’an. Penjelasan yang penulis dapat dari masyarakat maupun mantan guru MDA di Masjid Istiqamah kendalanya adalah keberadaan MDA yang tidak tetap ( dalam arti kata kadang – kadang ada, kadang – kadang fakum).

 

USAHA YANG DILAKUKAN

Untuk mengatasi kendala/ masalah yang ditemukan perlu dilakukan beberapa usaha. Adapun usaha yang dilakukan adalah:

v  Meningkatkan sosialisasi antara mahasiswa KUKERTA dengan orang tua murid

v  Menyampaikan kendala yang dihadapi saat pelaksanan Proses Belajar Mengajar MDA kepada orang tua murid sehingga orang tua murid dapat lebih memotivasi anaknya sehingga anak lebih termotivasi

v  Mengevaluasi kembali hasil belajar siswa selama ini melalui kegiatan lomba Musbaqah Tilawatil Qur’an yang diadakan juga bertepatan dengan bulan ramadhan. Lomba MTQ ini menjadi ajang evaluasi bagi Mahasiswa KUKERTA terutama penulis untuk dapat melihat ketercapaian belajar dari materi yang telah penulis sampaikan kepada murid – murid MDA binaan penulis.

HASIL YANG DICAPAI

Selama pelaksanaan KUKERTA di Kenagarian Sungai Janieh, Alhamdulillah kegiatan MDA berjalan dengan lancar dan baik. Hal ini tidak terlepas dari  adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa KUKERTA sebagai pengajar dengan orang tua dan masyarakat Sungai Janieh.

Hasil nyata dapat penulis lihat pada saat pelaksanaan Lomba MTQ dimana siswa yang penulis ajar mengikuti berbagai cabang lomba terutama Tilawah dan pembacaan huruf serta tajwidnya mengalami perbaikan disbanding waktu pertama kali siswa tersebut belajar. Penulis yakin dan percaya hal ini adalah berkat latihan yang intensif, berkala dan berkesinambungan.

BAB IV

REALISASI PROGRAM

 

  1. A.     Pelaksanaan Program

Rencana kerja yang disusun dalam bentuk program Kukerta adalah semua perencanaan yang akan ditetapkan oleh mahasiswa dalam bentuk pengabdian terhadap masyarakat secara terpadu termasuk melibatkan staf pengajar (dosen) diluar bangku kuliah ditengah-tengah masyarakat Nagari.

Untuk lebih terarahnya kegiatan pengabdian masyarakat di nagari sungai janiah perlu disusun suatu perencanaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Adapun kegiatan permasalahan yang penulis temui pada kegiatan Kukerta ini pada bidang mental dan spiritual,  bidang pendidikan, bidang generasi muda.

  1. B.     Kendala yang Dihadapi
    1. 1.      Bidang Mental dan Spiritual

Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah sulit sekali mengumpulkan masyarakat untuk mengadakan berbagai acara keagamaan. Hanya saja pada bulan suci ramadhan, masyarakat memang sudah menyiapkan diri dan mereka memiliki kesempatan untuk beribadah sehingga bulan suci ramadhan merupakan kesempatan emas untuk menyampaikan misi keagamaan dengan mengisi wirid-wirid ramadhan dan mengadakan perlombaan-perlombaan yang diharapkan menjadi motivasi dalam meningkatkan penerapan nilai-nilai agama dikalangan masyarakat. Semua permasalahan itu terjadi karena aktifitas masyarakat yang padat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada umumnya mereka bekerja di sawah atau lading sehingga merasa kelelahan sehabis bekerja meskipun jam kerja tidak tetap. Dan sebagian lain masyarakat bekerja di instansi pemerintahan sehingga merasa sangat sibuk dengan pekerjaan yang padat dan jam pulang kerja yang sore.

  1. 2.                  Bidang Pendidikan

Di nagari sungai janiah sebagian besar masyarakat cukup faham dengan pendidikan akan tetapi penerapan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari masih kurang.

  1. 3.                  Bidang Generasi Muda

Permasalahan yang dihadapi dikalangan pemuda adalah seringnya dijumpai tauran antar daerah maupun dikalangan mereka sendiri padahal hanya disebabkan oleh hal yang sepele seperti saling ejek dan sebagainya, mungkin saja dikarenakan oleh  tahap perkembanagan emosional mereka yang tidak yang belum matang sehingga mentalnya masih belum stabil. Masa remaja dan masa muda adalah masa dimana mereka dalam tahap mencari jati diri yang sesungguhnya.

  1. C.     Usaha yang Dilakukan
    1. 1.      Bidang Mental dan Spiritual

Usaha yang dilakukan mahasiswa Kukerta adalah menyesuaikan program kegiatan dengan kebutuhna masyarakat dan waktu yang tidak tersedia di luar mereka mencari kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu kesempatan untuk menyampaikan misi kepada masyarakat lebih dominan dilakukan pada malam hari. Semua ini dilakukan pada malam hari dengan cara bekerja sama dengan unsur masyarakat yang mampu mengajak masyarakat kedalam sebuah jama’ah seperti kepala jorong, pemuda dan remaja mesjid.

Dengan itu semua segala hambatan dan permasalahan akan dapat dipecahkan dengan baik sehingga membuahkan hasil yang memuaskan sesuai dengan misi mahasiswa Kukerta dan harapan masyarakat.

  1. 2.      Bidang Pendidikan

Dalam hal ini mahasiswa Kukerta tidak perlu mengadakan perubahan hanya saja memberikan motivasi agar mereka kembali menghidupkan suasana keagamaan terutama nilai-nilai yang terkandung dalam Al-qur’an dan Sunnah rasul. Usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat adalah dengan  terus mengajarkan membaca Al-qur’an dengan baik dan memberikan pemahaman tentang agama, baik di lembaga formalitas maupun non formal seperti di mesjid dan mushalla kemudian untuk kalangan masyarakat luas diadakan wirid-wirid yang didalamnya merupakan wadah menimba ilmu keagamaan dan sedikit tentang perkembangan zaman sehingga menjadi bahan renungan dan menambah wawasan masyarakat dibidang agama.

  1. 3.      Bidang Generasi Muda

Adapun usaha yang dilakukan untuk menghindari jatuhnya moral dikalangan remaja dan pemuda, maka perlu adanya pembinaan secara keagamaan sehingga mereka bisa menyaring mana perbuatan baik dan mana perbuatan yang buruk, melanggar jati diri seorang muslim. Adapun wadah yang diharapkan untuk pembinaan yaitu mengadakan acara pesantren kilat dan mengadakan berbagai acara keagamaan yang mana dalam kegiatan itu memberikan wewenang kepada para pemuda sebagai panitia yang nanti akan bertanggung jawab atas kelancaran acara tersebut sehingga memberikan kesadaran kepada mereka betapa pentingnya partisipasi mereka untuk kemajuan masyarakat yang agamais, apalagi tanggung jawab mereka sangat tinggi untuk mempertahankan aqidah masyarakat atau generasi selanjutnya.

  1. D.    Hasil yang Dicapai

Pelaksanaan program yang dilakukan selama kukerta dikenagarian sungai janiah baik itu dari bidang mental dan spiritual, bidang pendidikan, maupun dibidang generasi muda alhamdulillah berlangsung dengan baik walaupun ada sedikit-sedikit kekurangan tapi itu bisa dikendalikan karena adanya kerjasama yang baik antara peserta kukerta dan dengan masyarakat sungai janiah itu sendiri.

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. A.     Kesimpulan
    1. Mempelajari masyarakat dalam jangka waktu kurang lebih delapan minggu merupakan waktu yang singkat untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif dan sempurna, namun dalam waktu yang singkat tersebut penulis dari mahasiswa kukerta telah berusaha memberikan bimbingan dan arahan yang baik kepada masyarakat secara umum maupun yang bersifat keagamaan.
    2. Sesuai dengan keadaan masyarakat yang kami jumpai dapat disimpulkan bahwa masyarakat nagari sungai janiah merupakan masyarakat yang tergolong faham terhadap nilai-nilai agama, namun saja penerapan dan aplikasinya masih jauh dengan yang diharapkan.
    3. Kami dari mahasiswa telah dapat membina kegiatan wirid ramadhan, pesantren kilat, pembinaan terhadap kader mubaligh, ikut menunjang suksesnya berbagai perlombaan dibidang keagamaan seperti MTQ, cerdas cermat, Shalat jenazah, asmaul husna, azan, bacaan ayat pendek serta pembinaan masyarakat yang harus kuat dalam mempertahankan aqidah para generasi muda.
    4. Pendidikan agama bagi generasi muda atau anak-anak sangat kurang mendapat perhatian orang tua dan masyarakat, terbukti tidak lancarnya proses pembelajaran agama (TPA) dan banyaknya anak-anak yang tidak mengaji/kesurau dan tidak adanya MDA di nagari ini.
  2. B.     Saran
    1. Untuk menghadapi kendala-kendala yang ada di nagari sungai janiah, maka mahasiswa kukerta harus dibekali dengan ilmu dan kesiapan yang matang karena masyarakat yang dihadapi mempunyai kriteria yang berbeda dan mempunyai ragam, pengalaman mungkin saja belum dimiliki oleh seorang mahasiswa.
    2. Suatu masalah dimana di Nagari Sungai Janiah terdapat banyak ulama dan mubaligh namun belum berfungsi secara baik dan masih berlandaskan segala sesuatunya kepada ajaran dan kebudayaan nenek moyang mereka sehingga perlu adanya bimbingan dan arahan secara kontinue.
    3. Mengingat nagari sungai janiah yang cukup maju diberbabagi bidang, maka dimasa yang akan datang harus memberikan pengalaman dan ilmu yang mapan untuk menghadapi masyarakat kalau perlu dimasa yang akan datang hendaknya mahasiswa ditempatkan didaerah yang benar-benar membutuhkan tenaga mahasiswa baik dibidang umum maupun di bidang keagamaan.
    4. Kepada masyarakat yang didatangi oleh mahasiswa yang praktek lapangan, maka pergunakanlah ilmu mereka untuk mencapai suatu kemajuan dibidang apapun yang bisa mereka lakukan dengan kata lain tidak hanya menganggap mereka sebagai pelajar akan tetapi sebagai seorang tokoh yang mampu memberikan suatu perobahan yang beharga untuk kalangan mayarakat.

sumber belajar pendidikan islam

Mei 6, 2011

 sumber belajar pendidikan islam

  1. A.  Pengertian Sumber Pembelajaran.

Sumber belajar ialah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pelajaran terdapat atau asal belajar seseorang. Dengan demikian sumber belajar itu merupakan bahan untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal – hal baru. Sebab pada hakekatnya belajar adalah mendapatkan hal – hal yang baru.

  1. B.  Macam – macam Sumber Belajar.
    1. 1.    Sumber Pokok

Sumber pokok pengajaran Agama Islam adalah Al – qur’an dan hadist. Kedudukan Al – qur’an, sebagai sumber belajar yang paling utama dijelaskan oleh Allah dalam Al – qur’an.

Allah berfirman dalam QS. Al – nahl: 64 yang artinya “ Dan kami tidak menurunkan kepadamu Alkitab (Alqur’an) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Dalam QS Shad: 29; “ Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat – ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang – orang yang mempunyai pikiran.

Kedua ayat di atas jelas menunjukkan bahwa pada amsa Nabi Muhammad SAW sumber pokok dan utama yang dijadikan sumber rujukan pendidikan masa itu hanyalah Alqur’an.

 

  1. 2.    Sumber Tambahan

a)    Manusia Sumber (orang, masyrakat)

Merupakan sumber belajar adalah orang atau masyarakat yang direncanakan dalam kegiatan belajar mengajar, seperti: guru, konselor, administratur pendidikan, tutor dsb.

b)   Bahan pengajaran

c)    Situasi Belajar

d)   Mass Media

e)    Alat dan perlengkapan

f)     Aktivitas (teknik)

g)    Alam lingkungan

  1. Alam lingkunganterbuka
  2. Alam lingkungan sejarah atau peninggalan sejarah
  3. Alam lingkungan manusia

h)    Perpustakaan

  1. C.  Fungsi dan Pemanfaatan Sumber Belajar

a)      Fungsi Sumber Belajar

Menurut Zainuddin, HRL, dkk, fungsi sumber belajar adalah sebagai berikut:

1)      Meningkatkan produktifits pendidkan, dengan jalan:

  1. Mempercepat laju belajar dan membantu guur / dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
  2. Mengurangi beban guru/dosen dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lenih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik/mahasiswa.

2)      Memberikan kemungkinan pendidikan yang bersifat individual, jalannya:

  1. Mengurangi kontrol guru/dosen yang kaku dan tradisional.
  2. Memberikan kesempatan bagi peserta didik/mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

3)       Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengjaran dengan jalan:

  1. Perncanaan program pendidikan yang lebih sistematis
  2. Pengembangan bahan pengajran yang dilandasi oleh penelitian.

4)      Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan:

  1. Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi
  2. Penyjian informasi dan data  secara lebih konkrit.

5)      Memungkinkan belajar secara seketika, karena dapat:

  1. Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit.
  2. Memungkinkan penyajian pendikan lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan:
  • Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga ataupun  kejaian yang langka; penyajian informasi yng mampu menembus batas geografis.

 

b)       Pemanfaatan Sumber Belajar

Dalam pemanfaatan sumber belajar ada beberapa langkah yang perlu dilakukan:

  1. Identifikasi kebutuhan sumber daya.
  2. Mengidentifikasi potensi sumber belajar yang ada dan dimanfaatkan untuk pembelajaran.
  3. Pengelompokkan sumber belajar dalam kelompok.
  4. Mencari dan menganalisis relevansi antara kelompok sumber belajar dengan mata pelajaran yang dimiliki guru.
  5. Menentukan materi dan kompetensi untuk pembelajaran
  6. Pemanfaatan sumber – sumber belajar dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

evaluasi dalam pendidikan islam

Mei 6, 2011

A. Pengertian Evaluasi

Evaluasi berasal dari kata “to Evaluate” yang berarti “ menilai”. Istilah nilai (value / al – qimat) pada mulanya dipopulerkan oleh filososf dan Plato lah yang mula – mula mengemukakannya. Pembahasan nilai secara khusus diperdalam dalam diskursus filsafat, terutama pada prospek aksiologinya.

Penilaian atau evaluasi menurut Edwind Wand dan Gerald W. Brwon adalah “the  act or prosess to detemining the value of something”. Penilaian dalam pendidikan berarti seperangkat tindakan atau proses untuk menenentukan nilai sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Menurut ilmu jiwa evaluasi berarti, “menetapkan fenomena yang dianggap berarti di dalm hal yang sama berdasarakan suatu standar”.

Pengukuran dalam pendidikan adalah usaha untuk memahami kondisi – kondisi objektif tentang suatu yang akan dinilai. Ukuran atau patokan yang menjadi pembanding perlu ditetapkan secara konkrit guna menetapkan nilai atau hasil perbandingan. Hasil penialian tidaklah bersifat mutlak tergantung dari kriteria yang menjadi ukuranatau pembandingnya. Penilaian dan pengukuran dalam pendidikan islam akan objektif apabila didasarkan dengan tolak ukur Al –qur’an atau Al- hadist sebagai pembandingnya.

Suharmini Arikunto, mengajukan tiga istilah dalam pembahasan ini, yaitu pengukuran, penilaian, dan eevaluasi. Pengukuran (measurment) adalah membandingkansesuatu dengan suatu ukuran. Pengukuran ini bersifat kuantitatif penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatudengan ukuran baik dan buruk. Penilaian ini bersifat kualitati, sedangkan evaluasi adalah mnecakup pengukuran dan penilaian.

Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa pengukuran dalam pendidikan bersifat konkrit, objektif, serta didasarkan atas ukuran – ukuran yang umum dan dapat dipahami secara umum pula. Misalnya pelaksanaan shalat. Seseorang yang shalat dapat diukur dan dinilai. Pengukuran shalat berkaitan dengan pelaksanaan syrat dan rukunnya maka shalatnya dianggap sah apabila rukun dan syaratnya sudah dilaksanakan dengan sempurna dan seseorang itu dinyatakan terbebas dari kewajiban shalat. Sedangkan penilaian shalat yang berkaitan dengan adab – adabnya seperti keihlasan, kekhusukkan dan sebagainya. Apabila seorang telah melaksnakan adab – adab inii berarti shalatnya diterimadan berpahala. Penilaian lebih sulit daripada pengukuran, apabila jika peniliaian dikaitkan dengan nilaia aspek – aspek keagamaan, yang konon aspek – aspek ini sebenarnya bukan wewenang manusia melainkan wewenang Tuhan.

Term evaluasi dalam wacana keislaman tidak ditemukan padanan yang pasti, tetapi terdapat term – term tertentu mengarah pada makna evaluasi, diantaranya:

  1. Al – hisab, emmiliki makna mengira, menfsirkan, menghitung dan menganggap, misalnya dalam Al baqarah: 284, yang artinya “ Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di hatimu atau kamu mennyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki.
  2. Al – bala’, memiliki makna cobaan, ujian. Misalnya dalam Al –Mulk: 2, yang artinya ”Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu ahsan (yang lebih baik) amalnya.
  3. Al – Hukm, yang memiliki makna putusan atau vonis. Misalnya dalam Al – naml: 78, yang artinya “Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan putusan – Nya, dan Dia Maha Perkasa dan Maha Mengetahui”.
  4. Al – qadha, memiliki makna putusan. Misalnya dalam Thaha: 72, yang artinya “ Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja”.
  5. Al – Nazhr, memiliki arti melihat. Contohnya dalam Al – Naml: 27, yang artinya “ (Sulaiman) berkata: Akan kami lihat, apakah kamu benar – benar ataukah kamu termasuk orang – orang yang berdusta.”
  6. Al – Imtihan, memilki makna ujian. Term inin digunakan oleh Athiyah Al – Abrasyi.

Penilaian dalam pendidikan dimaksud untuk menetapkan keputusan keputusan kependidikan, baik yangmenyangkut perencanaan, pengelolaan, proses dan tindak lanjut pendidikan, baik yang menyangkut perencanaan, pengelolaan danproses tindak lanjut pendidikan baik yang menyangkut perorangan, kelompok maupun kelembagaan.

B. Objek Evaluasi

Objek evaluasi dalam pendidikan islam dalam arti yang umumnya adalah peserta didik, atau dalam arti khusus adalah aspek – aspek tertentu yang terdapat pada peserta didik. Peserta didik disini sebenarnya bukan hanya sebagi objek evaluasi semata, tetapi jugasebagai evaluasi. Oleh karena itu, evaluasi pendidikan islam dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu evaluasi diri sendiri (self evaluation / Introspeksi) dan evaluasi terhadap orang lain (peserta didik).

Evaluasi terhadap diri sendiri adalah dengan mengadakan introspeksi atau perhitungan terhadap diri sendiri. Evaluasi ini tentunya berdasarkan kesadaran sendiri yang bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas (amal sal;eh) pribadi. Apabila dalam proses evaluasi tersebut ditemukan beberapa keberhasilan, maka keberhasilan itu hendaknya dipertahankan atau ditingkatkan, tetapi apabila ditemukan kelemahan dan kegagalan maka hendaknya hal itu segera diperbaiki dengan cara meningkatkan ilmu, iman dan amal.

Evaluasi terhadap orang lain (peserta didik) merupakan bagian dari kegiatan pendidikan islam. Kegiatan ini tidak sekedar boleh tetapi bahkan diwajibkan. Kewajiban disini tentunya berdasarkan niat “amar ma’ruf nahyi munkar” yang bertujuan untuk perbaikan (ishlah) perbuatan sesama umat islam. Syarat – syarat penilaian ini harus bersifat kopmparabel, segera dan tidak dibiarkan berlarut – larut, sehingga anak didik tidak tenggelam dalam kebimbangan, kebodohan, kezaliman, dan dapat melangkah lebih baik dari perilaku manusia semula.

Aspek khusus yang harus menjadi sasaran evaluasi pendidikan islam adalah perkembangan pesserta didik. Perkembangan peserta didik dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu:

1.  Dilihat dari sudut tujuan

Tujuan umum pendidikan islam adalah adanya taqqarub dan penyerahan mutlak peserta didik, kepada Allah SWT. Evaluasi disini meliputi aspek:

  1. Perkembangan ibadah peserta didik
  2. Perkembangan pelaksanaan menjadi khalifah Allahdimuka bumi
  3. Perkembangan keimanan dan ketaqwaan kepada – Nya
  4. Perkembnagn pemenuhan kewajiban hidup, berupa kewajiban yang bersifat duniawi atau ukhrawi.

2.  Dilihat dari fungsi pendidikan  islam

Fungsi pendidikan islam adalah pengembangan potensi peserta didik dan transinternalisasi nilai – nilai islami serta memprsiapkan segala kebutuhan masa depan peserta didik.

3. Dilihat dari sudut dimensi – dimensi kebutuhan hidup dalam pendidikan islam.

Dimensi – dimensi kebutuhan hidup manusia dapat di uraikan kepada:

  1. Ada kalanya berdasarkan kebutuhan asasi hidup manusia. Seperti kebutuhan dharuhiah (primer)., hajjah (sekunder) dan teknisiyah (pelengkap untuk memperindah).
  2. Ada juga berdasarkan segi –segi yang terdapat pada psikopistik manusia seperti segi jasmani, aqliyah, akhlaqiah, ijtimiah (sosial) dan jamaliah (artistik/ seni).
  3. Dilihat dari domain atau ranah yang terdapat pada diri

demokrasi pendidikan dalam islam

Mei 6, 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

 A. Latar Belakang Masalah

Keberadaan demokrasi dalam pendidikan islam, tentu saja tidak dapat dilepaskan dari sejarah/demokrasi dalam ajaran islam dan demokrasi secara umum. Demokrasi dalam ajaran Islam secara prinsip telah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan istilah “musyawarah”. Kata demokrasi memang tidak ada terdapat di dalm al-qur’an dan hadits, karena katademokrasi berasal dari Barat atau Eropa yang masuk ke peradaban islam.dalam era modern, demokrasi terbagi menjadi tiga corak, yaitu: Demokrasi Langsung, Demokrasi tidak langsung, Demokrasi Rakyat.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

  1. Pengertian Demokrasi dan Demokrasi Pendidikan Islam
  2. Prinsip –prinsip Demokrasi dan Demokrasi Pendidikan Islam
  3. Pelaksanaan Demokrasi Pendidikan Islam

C. Tujuan Makalah

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam. Disamping itu juga untuk mengetahui Apa yang dimaksud dengan Demokrasi dalam Pendidikan Islam dan mana saja yang termasuk di dalamnya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.     Pengertian Demokrasi

Demokrasi berasal dari bahasa yunani, dari kata “demos” dan “cratos”, demos berarti rakyat dan cratos berarti pemerintah. Amka demokrasi adalah pemerintahan di tangan rakyat.

Menurut Peter Salim, “Demokrasi adalah pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua negara”. Sedangkan Zaki Badawi berpendapat bahwa demokrasi adalah menetapkan dasar – dasar kebebasan dan persamaan terhadap  individu – individu yang tidak membedakan asal, jenis agama dan bahasa.

Menurut Dede Rosyada, istilah demokrasi memang muncul dan dipakai dalam kajian politik, yang bermakna kekuasaan berada di tangan rakyat, mekanisme berdemokrasi dalam politik tidak sepenuhnya sesuai dengan mekanisme dalam lembaga pendidikan, namun secara substansif demokrasi membawa semangat dalam pendidikan , baik dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi.

Apabila dihubungkan dengan pendidikan maka pengertiannya sebagai berikut: Vebrianto memberi pendapat pendidikan yang demokrasi adalah pendidikan yang pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak (peserta didik) mencapai tingkat pendidikan sekolah yang setinggi –tinginya sesuai dengan kemampuannya.

Sugarda Purbakawatja, memberikan definisi bahwa demokrasi pendidikan, adalah pengajaran pendidikan yang semua anggota masyarakat mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang adil.

Berdasarkan definisi tersebut dapat dipahami bahwa demokrasi pendidikan merupakan suatu pandangan yang mengutamakan persamaan kewajiban dan hak dan perlakuan oleh tenaga kependidikan terhadap peserta didik dalam proses pendidikan.

B. Prinsip –prinsip Demokrasi

Walaupun rumusan demokrasi bervariasi seperti dikemukakan para ahli namun pada hakikatnya terdapat benang merah atau titik singgung dan mengarah pada satu makna yang sama, yaitu suatu ideologi atau cara hidup (way of life) yang menekankan pada nilai individu yang menjunjung tinggi nilai tanggung jawab, saling menghormati, toleransi dan kebersamaan.

Namun dalam praktek demokrasi nilai – nilai individu tersebut di atas sering disalah gunakan, seperti yang dikemukakan Hasan Langgulung bahwa kebiasaan dari segala belenggu kebendaan kerohanian yang tidak sah yang kadang – kadang dipaksakan kepada manusia, tanpa alasan yang benar pada kehidupan sehari – hari yang menyebabkan ia tidak sanggup menikamati hak – haknya yang wajar. Sehingga yang terjadi bukan demokrasi yang diidam – idamkan, tetapi anti demokrasi yang menjurus pada tindakan anarkhis yang menindas hak – hak kebebasan dan martabat orang lain. Oleh karena itu, prinsip demokrasi perlu dilihat secara keseluruhan, bukan hanya secara parsial prinsip – prinsip demokrasi tersebut adalah:

  1. kebebasan
  2. penghormatan terhadapa manusia
  3. persamaan
  4. pembagian kekuasaan

C. Prinsip –prinsip Demokrasi Dalam Islam.

Sumber ajaran islam berupa al-qur’an dan hadits yang dapt dijadikan sebagai prinsip dasar dalam berdemokrasi diantaranya adalah:

a)      Tidak akan gagal orang yang mengerjakan shalat istikharah (menentukan pilihan), dan tidak pula menyesal orang yang melakukan musyawarah.

b)     Tidaklah suatu kaum (masyarakat) melaksanakan musyawarah kecuali pasti mendapat petunjuk (untuk memecahkannya) dan urusannya pasti lancar.

c)      Orang bermusyawarah (meminta petunjuk) akan merumuskan ketentraman.

d)     Menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim (baik pria maupun wanita)

Firman Allah SWT dalam Q.S. 42:38 yang artinya:
” Dan mereka yang mematuhi seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang uerusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah anatara mereka dan merka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kamu berikan kepada mereka”.

Namun dalam prakteknya ternyata demokrasi telah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan istilah musyawarah. Salah satu contoh dapat dikemukakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW menghadapi masalah strategi perang dan diplomasi dengan musuh, tergambar jelas bagaimana Nabi Muhammad menyelesaikan masalah sosial politik yang sedang dihadapi dan beliau selalu aspiratif dan dapat mentolierir adanya perbedaan pendapat diantara para sahabat, tidak terkecuali berhadapan dengan musuh.

Sedangkan mekanisme pengambilan keputusan terkadanng beliau mengikuti mayoritas, dan ada pula mengambil keputusan dengan pendapat sendiri tanpa mengambil saran sahabat. Dengan kata lain Nabi Muhaammad SAW tidak menentukan suatu system, cara dan metode musyawarah secara baku, tetapi lebih bersifat variatif, fleksibel dan adaptif.

Firman Allah dalam Q.S. 3:159 yang artinya: “Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu – kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri daari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya allah menyukai orang – orang yang bertawakkal kepadanya.

Ayat diatas ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW agar bermusyawarah dalam persoalan – persoalan yang dihadapi dengan para sahabatnya atau anggota masyarakat. Hal ini merupakan bukti keseluruhan dan kebijakan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Serta kemuliaan budi pekertinya. Dari konsep musyawarah tersebuut ada nilai – nilai yang terdapat dalam demokrasi yang menjadi prinsip daasar demokrasi. Nilai – nilai tersebut diantaranya:

  1. Prinsip kebebasan
  2. Prinsip persamaan
  3. Prinsip penghormatan terhadap martabat manusia.

D. Demokrasi Pendidikan Islam.

Prinsip demokrasi pendidikan islam dijiwai oleh prinsip demokrasi dalam islam, atau dengan kata lain demokrasi pendidikan islam merupakan implementasi prinsip – prinsip demokrasi islam terhadap pendidikan islam.

Bentuk demokrasi pendidikan islam adalah sebagai berikut:

1)      kebebasan bagi pendidik dan peserta didik

a)        Kebebasan Berkarya

b)        Kebebasan dalam Mengembangkan Potensi

c)        Kebebasan dalam Berpendapat

2)      Persamaan terhadap peserta didik dalam pendidikan islam.

Islam memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk mendpatkan pendidikan atau belajar. Abuddin Nata menyatakan bahwa peserta didik yang masuk di lembaga pendidikan tidak ada perbedaan derajat atau martabat, karena penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dalam suatu ruangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dari pendidik. Pendidik harus mengajar anak orang yang tidak mampu dengan yang mamppu secara bersama atas dasar penyediaan kesempatan belajar yang sama bagi semua peserta didik.

Dalam pendidikan islam tidak ditemmukan system sekolah unggul karena hal tersebuut tidak sesuai dengan prinsip demokrasi pendidikan islam sebab bersifat diskriminasi terhadap peserta didik. Pendidik harus mampu memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik untuk mendapatkan pendidikan.

3)      Penghormatan akan martabat individu dalam pendidikan islam.

Demokrasi sebagai penghormatan akan martabat orang lain; maksudnya ialah seorang akan memperlakukan orang lain sebagaimana dirinya sendiri. Secara histories prinsip penghormatan akan martabat individu telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam praktek pembebasan kaum tertindas di Mekkah seperti memerdekakan budak.

E. Pelaksanaan Demokrasi Pendidikan Islam.

Menurut Abdurrahman Saleh Abdullah, “pendidikan tidak dipandang sebagai proses pemaksaan dari seseorang pendidik untuk menentukan setiap langkah yang harus diterima oleh peserta didiknya secara individual” dengan demikian dalam proses pembelajaran harus dilandasi  oleh nilai – nilai demokrasi yaitu dengan penghargaan terhadap kemampuan peserta didik, menerapkan persamaan kesempatan dan memperhatikan keragaman peserta didik sebagai insane yang harus dihargai kemampuannya dan  diberi kesempatan untuk mengmbangkan kemampuannya tersebut. Dalam proses pembelajaran harus dihindaari suasana belajar yang kaku, penuh engan ketegangan, syarat dengan perintah dan instruksi yang membuat peserta didik menjadi pasif dan tidak bergairah, cepat bosan dan mengalami kelelahan.

Islam menyerukan adanya prinsip persamaan dan peluang yang sama dalam belajar, sehingga terbukalah kesadaran untuk beljar bagi semua orang, tanpa adanya peerbedaan antara si kaya dan si miskin dan status sosial ekonomi seorang peserta didik, serta tidak pula gender.

Dalam praktek demokrasi pendidikan islam pada masa dahullu, kata Athiyah adalah partisipasi aktif masyarakatuntuk mendirikan mesjid – mesjid, institut – institut dan lembaga – lembaga ilmu pengetahuan sebagai sarana belajar, sehingga memungkinkan siswa yang kurang mampu meneruskan pelajarannya serta melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagi hasil keterlibatan aktif masyarakat yang dilandasi rasa persamaan dan kebersamaan dalam pembiayaan pendidikan ternyata telah melahirkan kaum Intelektual dan ulama – ulama besar, yang umumnya memang berasal dari anak – anak kurang mampu, seperti al – Ghazali, imam Syafe’ dan lain – lain.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Demokrasi berasal dari bahasa yunani, dari kata “demos” dan “cratos”, demos berarti rakyat dan cratos berarti pemerintah. Amka demokrasi adalah pemerintahan di tangan rakyat. Dalam prakteknya ternyata demokrasi telah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan istilah musyawarah.

Menurut Abdurrahman Saleh Abdullah, “pendidikan tidak dipandang sebagai proses pemaksaan dari seseorang pendidik untuk menentukan setiap langkah yang harus diterima oleh peserta didiknya secara individual” dengan demikian dalam proses pembelajaran harus dilandasi  oleh nilai – nilai demokrasi yaitu dengan penghargaan terhadap kemampuan peserta didik.

  1. B.     Saran

 

Dengan mempelajarai tentang Demokrasi dalam pendidikan islam maka diharapkan pemahaman kita terhadap Demokrasi dalam penyelenggara pendidikan islam bertambah dan semoga juga menambah minat kita untuk terlibat sebagai pelaksana dan pengangung jawab dari keterlaksanaan pendidikan islam itu sendiri, baik secara formal, informal maupun non formal.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Darajat Zakiah Dr. Ilmu Pendidikan Islam. 2000. Jakarta: Bumi Aksara
  2. Ramayulis Prof DR H. Ilmu Pendidikan Islam. 2002. Jakarta: Radar Jaya Offset
  3. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, 2003, Jakarta: Kalam Mulia.

DAUR HIDUP

Mei 5, 2011

Siklus daur hidup.
1. Rantai Makanan
Hewan merumput di padang rumput menghadirkan sebuah gambaran transquality. Kenyataannya, herbivora ini selalu diintai predator seperti singa dan cheetah. Hubungan antara tanaman, mangsa dan predator ini terjadi secara tetap di alam. Dengan cara ini, energi dan zat makanan melalui satu organisme ke organisme lainnya. Di dalam sebuah ekosistem, sebuah organisme memakan organisme lainnya dan pada akhirnya dimangsa pula. Hubungan makanan antar orgaisme disebut rantai makanan . setiap tanaman dan hewan dalam sebuah rantai makanan disebut mata rantai. Jumlah mata rantai bervariasi dari satu rantai makanan ke rantai makanan lainnya.
Sebagian besar rantai makanan dimulai dengan tanaman hijau. Tanaman hijau disebut produsan makanan karena mereka memproduksi makanannya sendiri. Mereka menyediakan makanan untuk sebagian besar organisme dalam rantai makanan.

2. Jaring Makanan.
Jika kita menyusuri setiap rantai makanan dalam sebuah ekosistem, kita akan berakhir dengan sejumlah rantai makanan yang saling berhubungan. Dikarenakan banyak hewan memakan lebih daari satu jenis makanan. Bagaimanapun juga, setiap hewan atau tanaman bisa dimakan oleh hewan yang berbeda. Hasil formasi jaringan antar hubungan rantai makanan disebuut jaring makanan.

3. Transfer Energi dalam Rantai Makanan.
Makhluk hidup, selai tanaman hijau, memperoleh energinya dari makanan yang mereka makan. Rantai makanan menunjukkan bagaimana energi, dalam bentuk makanan, ditransfer dari satu organisme ke lainnya. Saat kelinci makan kubis, sebagian akan dicerna dan diserap ke dalam tubuh. Sebagian lagi tidak dicerna tetapi melalui tubuh menjadi kotoran.

4. Piramida Makanan
Jika kamu mampu menghitung jumlah daun,ulat dan burung yang hidup di habitatnya, kamu akan menemukan bahwa jumlah daun jauh lebih banyak daripada jumlah ulat, yang lebih banyak dari pada jumlah burung. Perbedaan jumlah mata rantai dalam rantai makanan bisa ditunjukkan dengan memakai piramida jumlah.

5. Pengurai
Kehidupan dalam sebuah ekosistem tidak berakhir ketika tanaman dan hewan mati. Kenyataannya rantai makanan berlanjut pada bangkai hewan dan tanaman sebagai makanan bagi kelas organisme hidup penting lainnya di ekosistem yang sama. Mereka disebut pengurai. Pemakan bangkai, jamur dan bakteri adalah beberapa contoh pengurai.
Pemakan bangkai hidup dari hewan dan tanaman mati dan menghancurkannya ke dalam bentuk serpihan yang lebih kecil. Burung nasar, hyena, gagak, cacing tanah, blow flies, jangkrik dan semut adalah beberapa contoh pemakan bangkai.

6. Siklus Karbon
Semua organisme hidup terdiri dari unsure karbon. Karbon membentuk karbohidrat, protein, dan lemak dalam rangkaian makhluk hidup. Di dalam ekosistem kita, karbon, berbentuk karbondioksida, beredaaar daari lingkungan ke dalam tubuh organisme hidup dan kemudian kembali lagi ke lingkungan. Peredaran karbon ini dikenal sebagai siklus karbon.
Beberapa proses memindahkan kerbondioksida dari udara sementara proses lainnya mengembalikannya ke udara sehingga jumlah karbon dalam ekosistem tetap konstan.

7. Siklus Nitrogen
Sekitar 78% udara di sekeliling kita adalah gas nitrogen. Semua organisme hidup membutuhkan nitrogen untuk membentuk protein yang digunakan bagi pembentukan sel.
Tetapi hewan dan hampirseluruh tanaman tidak bisa memakai langsung gas nitrogen kerana gas non-aktif tidak meudah ambil bagaian dalam reaksi kimiawi. Bagi sebagian besar hewan, nitrogen yang dihirup dari udara masuk dan beredar ke seluruh tubuh dan keluar kembali. Bagaimana dan dimanakah hewan membutuhkan nitrogen membentuk protein?. Peredaran nitrogen dan campurannya di dalam lingkungan disebut siklus nitrogen.

C. Keseimbangan Ekosistem.
Seprti siklus alam lainnya, siklus karbon dan nitrogen mmebantu mmepertahankan keseimbangan ekosistem. Siklus karbon dan nitrogen menjamin bahwa campuran karbon dan nitrogen selalu ada dalam ekosistem.
Siklus karbon dan nitrogen juga mempertahankan secara relatif ketetapan tingkat campuran karbon dan nitrogen dalam sebuah ekosistem. Hal ini penting karena karbon dan nitrogen adalah bahan mentah pembuatan karbohidrat, lemak dan protein yang dipakai untuk pembentukan tubuh. Jadi siklus karbon dan nitrogen menjamin bahwa kehidupan sebuah ekosistem berkelanjutan.

BUNYI

Mei 5, 2011

BUNYI
A. Menghasilkan Bunyi
Dengarkan bunyi disekitar anda, bunyi lalu lintas mungkin, suara manusia ketika berbicara bahkan desiran angin. Apapun sumbeer dari bunyi itu semuanya dihasilkan dengan cara yang sama, yaitu dengan getaran benda.
Bunyi dihasilkan bila kita memukul genderang itu karena kulit genderang bergetar ketika kita pukul. Untuk membuktikannya, coba sebarkan kacang hijau pada kulit genderang, kemudian pukul genderangnya. Kacang hijau akan meloncat – loncat di atas kulit genderang dan akan berhenti meloncat bila tidak ada getaran lagi. Jadi tidak ada lagi bunyi yang dihasilkan.
Sebuah garputala juga dapat digunakan untuk membuktikan bahwa bunyi dihasilkan dari getaran. Garputala menghasilkan bunyi bila kaki garpunya dipukulkan, bila kakinya cepat dicelupkan ke dalam air, air akan beriak karena getaran dari kaki – kaki garputala tersebut.
Banyak dari bunyi yang masuk dalam telinga kita dibawa oleh getaran molekul udara. Bila benda seperti genderang bergetar dengan cepat bergerak naik – turun.

B. Bunyi yang bergerak
Bunyi bergerak dalam bentuk gelombang. Bunyi dalah suatu bentuk energi yang menyebar dari sumber getarannya ke semua arah. Hal ini hanya mungkin jika molekul – molekul yang bergetar saling berbenturan dan meneruskan getarannya sebagai bunyi, sebab itu bunyi memerlukan perantar untuk membawa getarannya ketika bergerak dari satu temapt ke tempat lain. Ini menjelaskan mengapa bunyi tidak dapat bergerak dalam hampa.
Bunyi kehilangan energi ketika bergerak, sebab itu bunyi yang keras akan hilang setelah berjalan beberapa lama. Bunyi bergerak paling capat melalui bahan dengan molekul yang berkepadatan dan terkemas sarat satu sama lain, seperti logam. Secara umum bunyi bergerak paling capat dalam benda padat kemudian dalam cairan dan gas yang kepadatannya molekulnya paling kurang.
Kecepatan bunyi dalam air sekiar 330 m/detik, dalam udara 1.500 m/detik dan 6.000 m/detik dalam baja. Kecepatan bunyi dalm perantaranya tergantung pada suhu perantaranya.
Cahaya bergerak jauh lebih cepat dari bunyi. Dalam badai guntur, kita selalu melihat kilat sebelum kita mendengar guntur. Dengan jelas ini menunjukkan bahwa bunyi bergerak lebih lambat daripada cahaya. Laju cahaya pada 300.000.000 m/deetik adlah sekitar satu juat kali lebih cepat dari pada laju bunyi yang hanya sekitar 330 m/detik.

C. Telinga
Telinga kita adalah sebuah penukar energi yang mengubah energi bunyi menjadi sinyal listrik. Sinyal ini kemudian dikirim ke otak. Otak menterjemahkan bunyi secara membandingkannya denga ssegudang memori bunyi disimpannya.
Gelombang bunyi aawalnya diterima oleh pinna berbentuk cerobong di telinga luar, yang mengantar gelombang bunyi melalui saluran talinnya ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selembar tipis kulit yang direntang erat melintang pada akhir saluran telinga.
Getaran gendang telinga membangkitkan getaran dalam serangkaian tiga tulang kecil yang disebut martil, landasan, dan sangurdi. Tulang – tulang ini disusun secara berungkit sehingga getaran dalam sangurdi lebih besar daripada getaran dalam gendang telinga.
Tulang sangurdi bergetar pada membran (selaput) di daun telinga dalam yang disebut kokhlea. Selongsong spiral berisi fluida dan rambut halus. Membran yang bergetar menimbulkan gertaran dalam fluida kokhlea dan menggerakkan rambut – rambut halus yang menanggapi fluida yang bergetar dengan menghasilkan sinyal –sinyal listrik yang dikirim melalui saraf pendengaran ke otak. Otak menerjemahkan sinyal listrik sebagai bunyi.
Telinga kita sangat ringkih dan mudah cacat bila bagian manapun dari telinga, khususnya gendang telinga, cacat, seseorang dapat menadi tulli. Tidak semua bunyi dapat didengar atau dihasilkan oleh manusia.

D. Pentingnya Bunyi dan musik
Bila kita berbicara, kita dapat mengajar dan belajar satu sama lain dan menyarankan ide, pendapat, pemikiran dan perasaan. Bunyi juga berperan sebagai sinyal peringatan. Sirene daari ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil polisis memperingatkan kendaraan di depannya untuk memberi jalan.
Musik merupakan bunyi yang sedap didengar telinga kita. Bunyi musik dihasilkan oleh peralatan yang mengandung alat bantu yang menggetarkan udara di dalmnya atau disekitarnya.
Musik tenang dan halus seringkali berdampak menenangkan dan dapat mengurangi ketegangan pada seseorang. Musik pengiring digunakan dalam mal perbelanjaan, restoran, pesawat terbang, dll untuk menyajikan suasana santai dan menenangkan bagi pengnjung.
Musik juga disajikan sebagai suatu hiburan, rekreasidan ekspresi. Merupakan saluran para musisi dan komposer (pengarang lagu) untuk mengekspresikan kreativitas, kepribadian dan perasaan mereka. Tidak mengherankan musik disebut – sebut sebagai suatu bahasa internasional.

E. Bising dan mengendalikan Bising.
Bising terdiri atas bunyi yang bergetar dalam pola – pola yang tidak teratur. Bunyi yang tidak dikehendaki dan tidak nyaman yang biasanya sangat nyaring. Makin nyaring suatu bunyi, semakin besar energi yang dibawanya. Kenyringan bunyi biasanya diukur dalam desibel.
Lingkungan yang bising membuat orang sulit untuk santai atau berpikir jernih dan kerapkali membuat cepat tersinggung dan mudah marah. Orang yang bekerja dalam lingkungan bising seperti lapangan udara, dok perbaikan kapal laut, pertambangan, dsb harus memakai penutup telinga untuk melindungi alat pendengaran mereka dari cacat yang berkepanjangan akibat bising. Tuli akibat bising merupakan cacat yang tidak bisa diperbaiki atau disembuhkan.
Beberapa cara yang dapat digunakan dalam mengendalikan bising di ligkungan kita adalah:
• Mengurangi bising dari sumbernya merupakan cara yang paling efektif. Misalnya bising di jalan raya dapat dikurangi dengan mengharuskan semua kendaraan bermotor menggunakan knalpot yang baik dan tidak membunyikan klakson saat lampu merah atau kemacetan terjadi.
• Memantau arus kebisingan. Pemeriksaan arus kebisingan dilakukan secara berkala dilokasi konstruksi atau pabrik. Bila arus kebisingan melampaui suatu batas, para pekerja diharuskan memakai pelindung telinga. Pencemar bising dapat didenda.
• Memasang gorde di rumah atau jendela ganda untuk mengurangi bising dari jalan.

makalah ipa, pengangkutan dlm organisme hidup.

Mei 5, 2011

Pengangkutan Dalam Organisme Hidup

A. Sistem Pengangkutan Dalam Organisme Hidup
Dalam makhluk hidup sederhana seperti amuba bersel tunggal, gas dan makanan tinggal berdifusi, masuk dari sekitarnya dan produk buangan yang diperlukan keluar dari tubuhnya.
Dalam organisme bersel satu banyak (multiseluler) seperti tumbuhan berbunga dan hewan besar, sel – sel yang berada di tengah – tengah tubuhnya berjarak jauh dari permukaan tubuh.
Gas, makanan atau air akan tterlalu lama sampai pada sel – sel tersebut bila hanya melalui difusi. Untuk mmepercepat pengangkutan zat – zat dalam tubuhnya, tiap organisme multiseluler memilki sistem pengangkutan yang memasok (mensuplai) tiap sel dengan bahan – bahan penting yang dibutuhkannya dan membuang produk buangan tak diperlukan yang dibuatnya.
B. Pengangkutan dalam Tumbuhan Berbunga
Sistem pengangnkutan tumbuhan berbunga terdir atas dua jaringan perpipaan yang disebut silem dan floem. Silem mengangkut air dan mineral terlarut dari akar ke daun. Floem mengangkut makanan (gula) yang dibuat dalam daun ke semua bagian tumbuhan. Silem maupun floem tidak mengangkut gas seperti oksigen dan karbon dioksida, oksigen dan karbon dioksida keluar dan masuk ke tumbuhan melalui difusi.
Air masuk ke tumbuhan melalui akar – akarnya. Terdapat beribu – ribu rambut akar halus dekat ujung tiap akar. Air dari tanah masuk ke akar rambut melaui osmosa. Tiap akar rambut memilki luas permukaan kecil, tetapi luas permukaan seluruh rambut akar sungguh menakjubkan. Basarnya areal permukaan rambut – rambut akar memungkinkan air cepat masuk ke tumbuhan.
Mineral lainya diserap ke dalam akar oleh pengangkutan aktif, yaitu suatau proses yang menggunakan enrgi untuk menyerap mineral yang berada dalam konsentrasi lebih rendah dalam tanah daripada dalam akar. Melalui proses osmosa dan difusi, air dan mineral terlarut dalam akar bergerak dari sel – sel meuju ke silem. Silem kemudian mengangkutnya ke atas tumbuhan.
Air diserap ke atas silem saat air dari daun mendidih dan berdifusi melalui lubang – ;ubang halus, kebanyakan terdapat dibagian bawah daun, yang disebut stomata, ke udara. Proses dimana tumbuhan kehilanmgan air karena pendididhandiseut transpirasi. Bila transpirasi dalam tumbuhan terus terjadi, makin banyak air seolah disedot melaui silem ke atas tumbuhan.
Floem dan silem sering kali terletak berdampingan membentuk bundel vaskuler. Urat daun terdiir atas bundel – bundel vaskuler. Bundel vaskuler mudah dilihat pada irisan melintang batang dan akar tumbuhan berbungan i bawah mikroskop.

C. Pengangkutan dalam manusia
Sitem pengangkutan dalam manusia dan banyak hewan adalah sistem peredaran darah. Sistem ini menyangkut peredaran darah ke seluruh tubuh yang dipompa organ khusus, disenut jantung

makalah kuliah ipa

Mei 5, 2011

MAKALAH EKOLOGI

DISUSUN SEBAGAI TUGAS DALAM MATA KULIAH
ILMU PENDIDIKAN ALAM II

Disusun oleh :
PGSD 2.4 KELOMPOK V

1. DINI EFTALITA
2. NUR OFRA SANOFA
3. NOVA RISKI SABARELA
4. RAMAHWATI
5. RIKE MAYA ANDAN SARI
6. RINI YANTI
7. SALDIANIS
8. SOFIA LOLITA
9. SRI MULYA SARI

Dosen Pembimbing : Dra. YONELITA JOHAN, M. Si

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA BARAT
FAKULTAS AGAMA ISLAM
S o l o k
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T atas berkat karuniaNyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dengan judul “Ekologi”. Adapun tujuan makalah ini diajukan adalah sebagai tugas kelompok dalam mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam II.

Disamping itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini, terutama kepada dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam, Dra. Yonelita Johan, M. Si.

Penulis yakin dan percaya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk mencapai kesempurnaan yang diharapkan dan dapat memperbaiki kekurangan yang ada di masa mendatang.

Solok, Juni 2010
Penulis

DAFTAR ISI

– KATA PENGANTAR…………………………………………………………………..
– DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….
BAB I. PENDAHULUAN
– Latar Belakang Masalah………………………………………………………………. – Rumusan Masalah………………………………………………………………………..
– Tujuan Makalah………………………………………………………………………….
BAB II. PEMBAHASAN
A. Habitat …………………………………………. ………………………………….
B. Hubungan antara predator dengan mangsa…………………………….. C. Ekosistem………………………………………….. …………………………….
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………………………………….
B. Saran……………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
2
3

4
4
4

5
7
8

9
9
10

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bumi kita penuh dengan kehidupan, tetapi di bulan sebagai tetangga terdekatnya sama sekali tidak terdapat kehidupan. Bumi dan bulan memiliki jarak yang sama dengan matahari dan keduanya menerima energi sinar matahari. Bagaimana mengidentifikasi habitat dan organisme yang terdapat di dalam bumi? Untuk itu kami akan membahas tentang ekologi bumi.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud ekologi?
2.

C. Tujuan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam. Disamping itu juga untuk mengetahui pentingnya ekologi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Habitat
1. Lingkungan Fisik
Sebuah habitat adalah tempat tinggal alamiah sebuah organisme dimana ia tinggakl dan bereproduksi. Contohnya adalah kolam, lubang batu, pepohonan. Berbagai macam organisme hidup ditemukan dalam sebuah habitat.
Tempat yang paling baik menjadi habitat sebuah organisme bila tempat itu dapat memberikan organisme itu suplay makanan yang banyak, perlindungan dari predator danproteksi dari cuaca buruk erta tempat untuk bereproduksi.
Apapun yang berada disekitar sebuah organisme yang memberikan efek terhadap cara hidupnya disebut lingkungan. Lingkungan sebah organisme dapat dibagi dalam sebuah lingkungan fisik dan lingkungan biotik.lingkungan alam terbentuk dari faktor – faktor fisik yang tidak hidup seperti cahaya temperatur air, mineral , nilai pH dan udara.

a Cahaya
Semua tanaman hijau menggunakan energi cahaya dari matahari untuk membuat makanan sendiri dan makhluk hidup di bumi secara langsung mereka tergantung pada cahaya agar dapat bertahan hidup.
Sejumlah organisme seperti cacing tanah lebih suka tinggaldi tempat gelap.mereka telah mengemangkan ciri – ciri khusus untuk hidup dalam sebuah lingkungan yang gelap.
Panas yang diterima dari matahari sangat mempengaruhi suhu suatu tempat. Ada batas minimum dan maksimum suhu dimana mereka tidak mampu melanjutkan proses vital kehidupan.
Temperatur mengontrol proses reproduksi tumbuh tanaman. Ada tanaman yang tidak dapat mengembangkan benihnya kecuali dipengaruhi suhu tertentu dalam suatu periode.
b Air
Air sangat penting dalam kehidupan dan air hadir dalam lingkungan setiap organisme. Air adalah sarana untuk hidup mereka, dan organisme paling banyak terdapat di dekat persediaan air.
Organisme hidup di tempat kering memiliki adaptasi khusus untuk menyimpan air dan mengurangi air yang hilang, contohnya kaktus.

c Mineral
Mineral dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh sehat contohnya nitrat digunakan oleh tamanan untuk menghasilkan protein. Tanaman memperoleh mineral dari tanah tempatnya tumbuh. Mineral yang dibutuhkan oleh hewan biasanya diperoleh dari diet atau mineral yang terurai dalam air mereka.

d Nilai pH
Nilai pH air menentukan tipe -tipe organisme akustik yang dapat hidup di dalamnya. Organisme air tawar hidup di air tawar dengan pH sekitar 7 dan organisme air laut dengan nilai pH sekitar 8. tanaman dart dipengaruhi oleh pH tanah. Tanaman tumbuh baik di tanah dengan kandungan alkaline rendah. Tanaman seperti nanas tumbuh baik di tanah berasam.

e Oksigen
Semua organisme membutuhkan oksigen untuk bernapas. Organisme darat memperoleh oksigen dari udara dan organisme air mendapat oksigen yang terurai dari air. Air hangat terolusi mengandung sedikit oksigen yang terurai dari pada air dingin bersih.

2. Lingkungan biotik
Setiap organisme hidup berinteraksi dengan organisme lain dengan memberi makan, bersaing mendapatkan makanan, air, cahaya, udara dan mineral serta menyediakan perlindungan.

a Herbivora
Herbivora adala hewan yang hidup dari tanaman, contohnya jerapah dan rusa yang hidup dengan mengkonsumsi rumput. Kupu – kupu dan burung kecil mengkonsumsi sari bunga (nektar).
b Karnivora
Karnivora adalah hewan yang hidup dari hewan lain. contohnya harimau, singa,elang adalah hewan yang bertahan hidup dengan mengonsumsi hewan lain seperti kelinci, rusa, jerapah, dll.
c Omnivora
Omnivora adalah hewan yang hidup dengan mengkonsumsi tumbuhan dan juga hewan, contohnya manusia, kucing,dll.
d Hewan pemakan Bangkai.
Adalah hewan yang hidup dari makhluk yang sudah mati. Contohnya burung nasar.

B. Hubungan antar predator dengan mangsanya.
Predator adalah hewan yang memburu hewan lain sebagai makanan, contohnya singa sebagai preator dan zebra sebagai mangsa. Predator memiliki rahang yang kuat, gigi dan kuku tajam yang berfungsi untuk menerkam dan mencabik mangsanya.
Bentuk proteksi yang pailng umum dari mangsa adalah kamuflase. Yaitu sebuah pola pewarnaan yang menyamarkan sebuah organisme dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat bersembunyi dari predator, contohnya bunglon, ikan dan kupu – kupu.
Ada organisme yang mempunyai cairan racun yang dikeluarkan untuk memproteksi dirinya dari predator seperti cumi – cumi, lipan, ular, dll.
1. mutualisme
adalah hubungan antara dua organisme yang salingmenguntungkan satu sama lain,contohnya antara serangga dan tumbuhan,diaman srangga mendapat makanan daritumbuhan dan tumbuhan terbantu proses reproduksi / pembuahannya.
2. komensalisme
adalah jenis hubungan antar individu dimana hanya satu pihak yang untung dan pihak lain tidak dirugikan. Contohnya adalah ikan remora dan hiu.

3. parasitisme
sebuah hubungan yang melibatkan dua organisme, dimana salah satu organisme memperoleh keuntungan dengan merugikan yang lain.contohnya yaitu parasit dengan tumbuhan inangnya.

C. Ekosistem
Sebuah populasi dibentuk oleh sejenis organisme hidup yang di dalam sebuah habitat mampu membuat peranakan dan bereproduksi. Populasi hewan dan tanaman yang berbeda hidup bersama di dalam sebuah habitat yang sama membentuk sebuah komunitas. Ketika komunitas yang berbeda berinteraksi satu sama lain denga lingkungan fisiknya mereka membentuk sebuah ekosistem.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebuah habitat adalah tempat tinggal alamiah sebuah organisme dimana ia tinggal dan bereproduksi. Contohnya adalah kolam, lubang batu, pepohonan. Berbagai macam organisme hidup ditemukan dalam sebuah habitat.
Predator adalah hewan yang memburu hewan lain sebagai makanan, contohnya singa sebagai preator dan zebra sebagai mangsa. Predator memiliki rahang yang kuat, gigi dan kuku tajam yang berfungsi untuk menerkam dan mencabik mangsanya.
Sebuah populasi dibentuk oleh sejenis organisme hidup yang di dalam sebuah habitat mampu membuat peranakan dan bereproduksi. Populasi hewan dan tanaman yang berbeda hidup bersama di dalam sebuah habitat yang sama membentuk sebuah komunitas. Ketika komunitas yang berbeda berinteraksi satu sama lain denga lingkungan fisiknya mereka membentuk sebuah ekosistem.

D. Saran
Dengan mempelajari ekologi maka diharapkan kita dapat lebih memahami tentang kondisi kehidupan yang dialami makhluk hidup yang dalam sebuah ekosistem serta cara menjaga kelestarian atau keseimbangan dalam ekosistem tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen pendidikan nasional 2006, IPA, Jakarta: Pusat perbukuan.
2. Ricardo Tim, 2006, Sainsku, Jakarta: CV Ricardo.
3. Yohanes, 2007, IPA Asyik, Mudah dan Menyengkan, Jakarta: PT Kandel.

Hello world!

Agustus 14, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!